Jumat, 20 Desember 2013

Sepakbola SEA Games 2013 Pecundangi Malaysia, Garuda Muda Tuntaskan Dendam

 A. Firdaus - Okezone
Kurnia Meiga berhasil menjaga gawang Indonesia dengan baik. (Foto: DOK.Sindo)
NAYPYIDAW – Indonesia akhirnya menuntaskan dendamnya dari Malaysia dari final SEA Games edisi lalu, sekaligus meraih tiket ke partai puncak Sepakbola SEA Games XXVII.

Indonesia menundukkan Malaysia lewat drama adu penalti. Dari lima algojo Indonesia yang turun, hanya Manahati Lestusen yang gagal. Sementara dua tendangan dari algojo Harimau Malaya, mampu ditepis kiper Timnas Indonesia, Kurnia Meiga.

Sebelumnya di babak pertama, Indonesia mampu unggul lewat gol dari Bayu Gatra pada menit ke-30. Namun pada babak kedua, tepatnya lima menit jelang pertandingan usai, Thamil Arasu menyamakan skor dan memaksa pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu.

Pada 2 X 15 menit jalannya laga, kedua tim tak mampu menciptakan gol dan hanya mampu menghadirkan permainan yang menjurus keras. Sehingga pertandingan pun diteruskan lewat drama adu penalti, yang dimenangkan oleh Indonesia dengan skor 4-3.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Abu Thiri Stadium, Malaysia mendapatkan kesempatan melalui kaki Ahmad Hazwan pada menit ke-10. Namun tendangan keras dari top skor Malaysia ini masih tepat menuju penjaga gawang Indonesia, Kurnia Meiga.

Memasuki menit ke-12, Indonesia melakukan tendangan pertamanya ke gawang Harimau Malaya, melalui penyerang Fandi Eko. Sial sekali, bola masih melambung tinggi di atas mistar gawang Malaysia yang dikawal oleh Izham.

Tendangan keras dilakukan Yandi Sofyan dari luar kotak penalti pada menit ke-24 nyaris menjadi gol bila sepakannya tak menerpa tiang gawang Malaysia. Menit ke-27, Sofyan kembali nyaris membobol gawang Malaysia usai memanfaatkan rebound Izham.

Indonesia akhirnya berhasil membuka gol mereka pada menit ke-30 lewat gol dari Bayu Gatra. Gol sendiri berawal dari kerjasama cantik ‘satu-dua’ antara Fandi Eko dan Bayu Gatra.Gatra berhasil menjebol gawang gawang Izham, 1-0 Indonesia unggul.

Memasuki injury time babak pertama, jawara SEA Games 2011 ini nyaris menyamakan kedudukan melalui skema tendangan bebas. Namun bola hanya melambung tinggi di atas gawang Kurnia Meiga, skor 1-0 pun bertahan hingga berakhirnya babak pertama ini.

Babak kedua tepatnya menit ke-71, Hazwan mendapat umpan panjang dari Saarvindran, dan melakukan tendangan keras. Namun Kurnia Meiga dengan kesigapannya, mampu menepis tendangan Hazwan. 1-0 Indonesia masih unggul

Malaysia yang terus menekan pada babak kedua, untuk mengejar ketertinggalan, kembali mendapat peluang di menit 80, melalui Saarvind yang melakukan tendangan keras tepat ke pelukan Kurnia Meiga.

Akhirnya jerih payah Malaysia terbayar pada menit 85, melalui penyerang mereka, Thamil Arasu. Berawal dari tendangan pojok yang dilakukan Muhammad Nazmi, bola berhasil dikontrol Thamil dengan baik, sebelum melakukan tendangan, melewati penjaga gawang Kurnia Meiga. Skor 1-1,  Malaysia menyamakan kedudukan.

Hampir saja, Diego Michiels pada menit 90+3, kembali membawa Indonesia unggul atas Malaysia, melalui tendangan kerasnya dari luar kotak penalti. Sayang bola tendangannya masih melambung tinggi di atas Izham.
Skor 1-1 bertahan hingga akhir pertandingan. Wasit pun harus memainkan babak perpanjangan waktu.

Di 15 menit babak tambahan berjalan, kedua tim saling serang. Salah satunya datang dari Indonesia, melalui penetrasi Andik yang berhasil melewati tiga pemain, namun bola gagal dikirimkan kepada Yandi yang sudah ada di tengah.

Pertandingan keras mewarnai jalannya babak perpanjangan waktu, sehingga tak jarang wasit mengeluarkan kartu kuning dari kantongnya, dan banyak pemain yang tergeletak karena kesakitan. Sehingga selama 2X15 menit jalannya perpanjangan berlangsung, tak ada satu pun gol tercipta, dan memaksa pertandingan berlanjut ke adu penalti.

Pada drama adu penalti, empat pemain Timnas mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik. Hanya Manahati yang sempat membuat para pendukung Indonesia deg-degan. Beruntung pada drama ini, dua eksekutor Malaysia, Azwan dan Sahrul mampu diblok tendangannya oleh Kurnia Meiga. Sehingga Yohanes Ferinando Pahabol si eksekutor terakhir, memastikan langkah Indonesia ke final dan menunggu lawan antara Thailand dengan Singapura.


Eksekutor Penalti:
Indonesia:
Alvin O
Diego O
Manahati X
Yandi O
Pahabol O

Malaysia:
Azwan X
Sahrul X
Azrif O
Fadhli O
Mohd Rozaimi O

*NB:

X: Gagal Penalti
O: Masuk

Susunan Pemain:
Indonesia U23: Meiga(GK); Alfin, Syaifudin, Manahati, Diego, Bayu, Egi, Pellu, Ramdani, Fandi, Yandi.
Malaysia U23: Izham, Fadhli, Zubir, Shahrul, Azrif, Nasir, Nazirul, Saarvindran, Irfan, Hazwan, Thamil.

"Messi Pantas Dapat Bayaran Tertinggi"

Achmad Firdaus - Okezone
Presiden klub Barcelona, Sandro Rosell (Foto: Ist)
BARCELONA – Kubu Barcelona kembali mementahkan isu Lionel Messi tidak bahagia di Camp Nou. Pihak Blaugrana bahkan menyatakan siap membuat megabintangnya tersebut semakin betah di Catalan.

Isu ketidakbetahan Messi mencuat menyusul belum adanya pembicaraan perihal kontrak baru sang pemain. Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Presiden klub Sandro Rosell dan wakilnya, Javier Faus membantah kabar yang menyebut pihaknya tengah menegosiasikan kontrak baru dengan Messi.

Rumor yang mencuat, pembicaraan kontrak kedua kubu tidak menemui kata sepakat, lantaran Messi tidak senang karena bayarannya masih kalah di banding para pemain terbaik dunia lainnya, macam Cristiano Ronaldo dan Zlatan Ibrahimovic di Paris Saint Germain.

Saat ini Messi diketahui mendapat bayaran 16 juta euro per tahun dengan durasi kontrak hingga 2018. Jumlah ini masih kalah dari Ronaldo yang disebut-sebut mendapat bayaran 17 juta euro per tahunnya di Real Madrid.

“Saya belum berbicara dengannya (Messi), tapi pintu kantor saya selalu terbuka, karena Messi harus jadi pemain dengan bayaran tertinggi di dunia, karena faktanya dia memang pemain terbaik di dunia,” tutur Rosell sebagaimana dikutip Football-Espana.

Messi sendiri saat ini masih berada di kampung halamannya di Argentina untuk memulihkan cedera yang dialaminya. Messi kabarnya baru akan kembali bergabung dengan skuad Barca pada 2 Januari 2014.

Jelang Indonesia vs Thailand Pelatih Thailand: Ke Final, Bukti Indonesia Bagus

Muhammad Indra Nugraha - Okezone
NAYPYIDAW – Timnas Thailand U-23 akan berjumpa Indonesia pada babak final SEA Games 2013 di Myanmar pada 21 Desember. Pelatih dari tim yang berjuluk Gajah Putih, Kiatisuk Senamuang, bertekad timnya bisa menggondol medali emas.

"Kami harus bekerja keras untuk memenangkan gelar. Tujuan kami adalah untuk memenangkan medali emas," tegas Kiatisuk sebagaimana dilansir oleh Bangkok Post, Jumat (20/12/2013).

Thailand sendiri berhasil lolos ke final usai menang 1-0 atas Singapura. Sementara Indonesia yang telah lebih dulu lolos, menang 4-3 atas Malaysia dalam drama adu penalti usai keduanya bermain imbang 1-1 pada waktu normal.

Pertarungan Indonesia kontra Thailand nanti akan menjadi yang kedua pada SEA Games tahun ini. Kedua tim sudah bertemu di penyisihan Grup B dan Thailand sukses menang atas Indonesia dengan skor  4-1.

"Kemenangan kami melawan Indonesia di pertandingan pertama tidak menjadi patokan. Kami juga tidak mau menganggap remeh. Mereka tim bagus, bila tidak maka mereka tak akan sampai ke final,” ujar pelatih yang akrab disapa Zico ini.

Kedua tim juga pernah bersua pada final SEA Games 1997. Sayang, pada waktu itu Indonesia gagal dalam adu penalti yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno itu.

Mercedes Bajak Dua Teknisi Red Bull

Randy Wirayudha - Okezone
Mark Ellis. (Foto: Motosport)
BRACKLEY – Satu demi satu, sejumlah pilar belakang layar Red Bull mulai angkat koper meninggalkan Milton Keynes – homebase Red Bull. Setelah kepala aerodinamik Peter Prodromou diboyong McLaren, kini giliran Mark Ellis dan Giles Wood yang dibajak Mercedes.

Memang, Ellis dan Wood takkan langsung jadi bagian tim “Silver Bullet” mulai seri pertama musim 2014, melainkan Juni tahun depan. Tapi tetap saja kenyataan ini jadi pukulan telak buat Red Bull, terutama kepala teknisi Adrian Newey yang kehilangan staf teknisnya satu per satu.

Ellis sendiri selama ini menangani dinamisme mobil Sebastian Vettel dan Mark Webber (2014 digantikan Daniel Ricciardo). Sementara Wood, memegang kendali atas simulasi dan analisis teknis.

Mulai paruh kedua musim depan, Ellis dan Wood akan jadi “anak buah” Paddy Lowe dan Toto Wolff yang dipromosikan Mercedes bersamaan, guna menempati jabatan lowong yang ditinggalkan Ross Brawn. Tugas Lowe mencakup urusan teknis di lintasan balap, sementara Wolff mengurusi keuangan dan politik Mercedes.

Selama dua tahun terakhir ini, Mercedes memang serius membangun tim dan mobil yang kompetitif dan diharapkan, kedatangan Ellis dan Wood, akan jadi pilar yang tepat guna memperkaya pengembangan mobil mereka.

“Direkrutnya Ellis dan Wood untuk memperkuat organisasi teknis tim, terutama di bidang simulasi/analisis dan dinamika mobil,” bunyi pernyataan Mercedes, sebagaimana diwartakan BBCSport, Jumat (20/12/2013).

Turnamen Junior Master U-17 dan U-19 2013 Ini Tes yang Harus Dijalani Peserta Junior Master

A. Firdaus - Okezone
Intan Dwi Jayanti (foto: Badmintonindonesia.org)
JAKARTA – Setelah menjalani beberapa pertandingan, akhirnya para peserta Junior Master U-17 dan U-19 2013 memasuki beberapa tes. Salah satu tes yang harus mereka lewati adalah tes fisik, yang merupakan tahap akhir dari ajang pencarian bibit atlet Bulutangkis ini.

Seperti halnya pada turnamen beberapa hari yang lalu, para pebulutangkis masa depan Indonesia ini juga antusias mengikutinya. Salah satu yang membuat mereka tertarik adalah segala instruksi dari tim Sport Science.

"Hari ini saya sudah melewati tes fisik dengan cukup baik. Awalnya sih agak tegang, tapi lebih tegang pertandingan kemarin. Menurut saya tes ini tidak terlalu berat juga, karena sudah beberapa kali latihan fisik seperti ini di klub. Namun saya penasaran juga sama hasil penilaiannya," ujar Intan Dwi Jayanti, kepada badmintonindonesia.org, Jumat (20/12/2013).

"Bagus juga diadakan tes fisik, supaya terlihat bagaimana kekuatan fisik tiap atlet, tidak hanya teknik permainannya," tambah pemain tunggal putri asal PB Djarum itu.

Tes fisik ini bakal berlangsung selama dua hari, di mana hari pertama bakal dilakoni para peserta putri, baik dari sektor tunggal putri, maupun dari ganda putri. Sementara peserta putra, akan menjalaninya pada Sabtu 21 Desember 2013.

Pada prakteknya, tiap pemain diminta untuk berlari ke enam titik di tiap sudut lapangan dan menyentuh peralatan yang sudah disediakan. Setelah berhasil ke satu titik, peserta harus berlari kembali ke tengah lapangan kemudian menuju titik selanjutnya.

Mereka yang bisa melakukan gerakan yang benar dalam waktu sesingkat mungkin, akan mendapat poin yang tinggi.

Kemudian, peserta bakal diuji staminanya, ketahanan, serta ketangkasannya lewat tes skipping rope. Tiap atlet diminta bermain lompat tali selama 60 detik dengan ketentuan minimal 120 lompatan. Penilaian dilakukan berdasarkan jumlah lompatan yang berhasil dilakukan peserta.

Adik Marquez Sukses Jalani Operasi

 A. Firdaus - Okezone
Alex Marquez (foto: Ist)
BARCELONA – Alex Marquez yang merupakan adik kandung dari jawara MotoGP 2013, Marc Marquez akhirnya menjalani operasi dengan sukses. Rookie yang membalap di ajang Moto3 ini sempat mengalami dislokasi pada bagian bahu.

Rider yang membela tim Estrella Galicia itu menjalani operasi di Rumah Sakit Universitario Quiron Dexeus, Barcelona. Dokter yang menangani, Dr. Xavier Mir dan Dr. Victor Marlet mengatakan bahwa bahunya telah stabil lagi.

Sebelumnya adik kandung Marquez ini selalu mengeluh pada cedera yang menimpanya dalam beberapa bulan terakhir ini. Selain itu, dia juga mengalami dislokasi tulang selangka yang didapat pada balapan di Malaysia lalu.

Usai menjalani operasi, Alex dilarang membalap oleh tim dokter dan harus istirahat selama tiga pekan, demi memulihkan kondisinya.

Alex mengalami musim yang fantastis pada tahun ini. Pembalap yang baru menginjak usia 17 tahun ini meraih lima podium. Satu kemenangan kemenangan diraihnya pada Moto3 Jepang, sementara di Indianapolis menjadi runner up, dan tiga kali merasakan posisi tiga pada GP Inggris, San Marino, dan Aragon. Alhasil dia berhasil finis di posisi keempat klasemen akhir.

"Sudah Waktunya Redding Naik Kelas ke MotoGP"

Randy Wirayudha - Okezone
LOSAIL – Dirasa sudah cukup pengalaman di kasta Moto2, Scott Redding dianggap sudah waktunya untuk promosi ke kelas MotoGP. Momennya pun dikatakan sudah tepat dan dipercaya akan menambah “warna” persaingan di musim 2014 mendatang.

Adalah mantan “pembimbing” Redding di tim Marc VDS, Pete Benson yang melayangkan opini demikian. Sudah empat musim Redding mengenyam pengalaman dan setelah melalui sejumlah kendala, Redding tampil sebagai salah satu joki jempolan di ajang balap “kelas dua” tersebut.

“Sudah tak ada gunanya dia tetap bertahan di Moto2 lebih lama. Ini sudah musim keempatnya dan setelah beberapa lama, Anda akan menilai dia sudah waktunya untuk naik kelas (ke MotoGP),” ujar Benson, seperti dilansir MCN, Jumat (20/12/2013).

“Dia pembalap muda dengan postur yang besar, tapi dia pembalap yang hebat. Meski bobot badannya hampir melewati batas, dia masih mampu mendekatkan diri dengan para pembalap terdepan. Dia punya kemampuan untuk menunggangi motor MotoGP dengan baik,” sambung mantan mentor Nicky Hayden itu.

Redding sendiri sedianya sudah punya tim di kelas premium, walau sejatinya bukan tim papan atas atau setidaknya pabrikan. Namun kans joki berusia 20 tahun asal Inggris itu tetap terbuka untuk tampil kompetitif dengan mesin proyeksi baru Honda, RCV1000R.

“Dia mungkin takkan tertangkap radar (persaingan), tapi dia punya kelas untuk bisa kompetitif dan saya juga yakin bahwa Honda, sudah melakukan tugasnya dengan baik untuk menyediakan motor yang cepat,” lanjut Benson.

“Walau mereka belum bisa membangun motor yang bisa mengalahkan motor-motor pabrikan, saya percaya bahwa dia (Redding) akan membuntuti para pembalap pabrikan tiap pekan. Memang butuh sedikit waktu untuknya beradaptasi, tapi saya yakin dia mampu,” tutupnya.

Rossi Ber-Snowboarding, Crutchlow Lepas Masa Lajang

Randy Wirayudha - Okezone
Valentino Rossi saat menikmati snowboarding. (Foto: ist)
CERVERA – Penikmat MotoGP apalagi para fans tim atau joki tertentu, mesti sudah tahu betul kebiasaan idolanya jelang persiapan mengaspal di tiap seri. Tapi bagaimana di musim liburan musim dingin kali ini. Tentu tak sedikit yang ingin tahu aktivitas macam apa saja yang mereka lakoni saat merenggangkan otot dan syaraf jelang musim baru 2014.

Ragam hal yang jadi pilihan Marc Márquez, Jorge Lorenzo, Valentino Rossi, Cal Crutchlow dan kontestan MotoGP lainnya pada liburan jelang Natal dan tahun baru. Ada yang tak segan menjajal olahraga ekstrem macam snowboarding, maupun bersibuk ‘ria’ mempersiapkan pernikahan!

Márquez yang belum lama ini menyamai capaian Kevin Roberts sebagai debutan yang mampu juara di musim pertamanya, memilih berkumpul bersama keluarga besarnya di Cervera (Spanyol). Seperti yang disadur MotoGP.com, Jumat 20 Desember, Márquez sekaligus akan menghabiskan liburannya melakoni eksebisi balap multiple off-track bersama sang Adik, Álex Márquez.

Lalu bagaimana dengan Jorge Lorenzo? Joki Yamaha Factory ini ternyata memilih bersantai penuh di sebuah pantai di Meksiko, sembari “mengisi baterainya” sebelum putar otak bagaimana merebut kembali titel dunia yang kini disandang Márquez pada 2014 nanti.

Hal yang serupa akan dilakoni The Doctor – Valentino Rossi dengan dua pembalap lainnya, Álvaro Bautista dan Héctor Barberá, yakni ber-snowboarding di pegunungan salju. Namun jika Rossi tetap menjalani hobi ekstremnya itu di Italia, Bautista dan Barbera akan menjalaninya di pegunungan Pyrénées. Selain itu, Bautista juga sudah dijadwalkan akan menghadiri gala amal di Talavera dan Madrid, sebelum mempersiapkan diri jelang musim 2014 di Kepulauan Lanzarote.

Rider tunggal LCR Honda, Stefan Bradl memilih agenda yang lebih serius. Belakangan, Bradl masih berlatih intens dengan salah satu kawan karibnya yang menggeluti World Motorcross Championships, Yves Demaria di Selatan Prancis.

Namun tepat di hari Natal nanti, Bradl tetap akan menyempatkan diri “mudik” ke Jerman dan setelah malam tahun baru, Bradl akan kembali bersiap menyongsong tes resmi pra-musim pertama di Sepang, Februari tahun depan.

Liburan musim dingin ini juga akan jadi masa-masa indah buat Crutchlow. Joki anyar Ducati itu akan melepas masa lajang usai Natal dan tahun baru, dengan tunangannya, Lucy Heron dengan pernikahan resmi yang akan digelar di Selatan California – Amerika Serikat.

Bicara Amerika Serikat – negerinya Paman Sam, tak lengkap jika tak menyinggung dua pembalap veteran Nicky Hayden dan Colin Edwards. Sementara Hayden akan berpesta Natal dengan cara tradisional di kampung halamannya, Edwards juga akan menyambut ulang tahun pernikahannya bersama sang istri di Texas. Tak lupa, Edwards juga sudah merencanakan liburan dengan keluarga kecilnya untuk ber-ski di Wyoming.

Singkat agenda dari joki-joki lainnya, Yonny Hernández dan Mika Kallio akan Natal-an dengan keluarga dengan cara tradisional. Hiroshi Aoyama yang baru kembali dari Jepang, akan tetap berlibur di Spanyol – negara yang sudah dianggap “rumah” keduanya. Pol Espargaro akan berlibur ke Maladewa, serta Maverick Viñales akan pulang kampung ke Barcelona.

Trio Italia, Andrea Iannone, Danilo Petrucci dan Andrea Dovizioso lebih memilih liburan yang tak “aneh-aneh”. Dovizioso sendiri memilih menghabiskan waktu dengan istri dan putrinya, Sara. Michael Laverty akan coba membagi waktu pulang ke Irlandia Utara dan Wales, tempat di mana sang adik, Eugene Laverty (joki Suzuki Superbike) di Wales. Rookie Scott Redding dan Mik di Meglio memilih tak liburan, melainkan terus mempersiapkan diri dengan rutinitas latihan di Qatar.

SEA Games 2013 Tembus 60 Emas, Indonesia Betah di Peringkat Empat

A. Firdaus - Okezone
Logo SEA Games 2013 Myanmar (foto: Ist)
NAYPYIDAW – Hari kesepuluh pasca pembukaan SEA Games XXVII, pimpinan klasemen masih diduduki Thailand. Sementara Indonesia, meski berhasil menembus 60 medali emas, tapi tak lantas membuat posisinya beranjak.

Dari Cabang Olahraga (Cabor) yang dimainkan hari ini, Indonesia berhasil menambah beberapa emas. Salah satunya dari Cabor Vovinam. Adalah pasangan Arista Dewi Luh Gede/Ratna Dewi Ni Made yang berhasil mempersembahkan emas dari olahraga khas Vietnam itu. Arista/Ratna mengungguli Vietnam dan Myanmar setelah menang di nomor Dual Sword.

Emas juga berasal dari para atlet Kempo kita, yang berhasil meraih emas di nomor putri Dantai Embu. Pasukan Merah-Putih ini berhasil mengalahkan Vietnam dan juga tuan rumah Myanmar. Emas lainnya juga datang dari Perahu Naga Indonesia, yang berhasil memaksa Thailand dan Myanmar terpaksa meraih perak dan perunggu.

Sampai saat ini Thailand masih unggul jauh dari Negara lainnya, di mana telah mengoleksi 86 emas, 86 perak, dan 68 perunggu. Sedangkan Indonesia yang masih betah berada di posisi empat, di bawah Myanmar dan Vietnam. Merah-Putih mengoleksi 61 emas, 66 perak, dan 92 perunggu.

Klasemen perolehan medali SEA Games XXVII, Jumat (20/12/2013):
Negara - Emas - Perak - Perunggu
Thailand  86 - 86 - 68
Myanmar 69 - 52 - 65
Vietnam 66 - 70 - 71
Indonesia 61 - 66 - 92
Malaysia 36 - 36 - 65
Singapore 26 - 25 - 36
Philippines 23 - 27 - 32
Laos 10 - 11 - 38
Cambodia 6 - 8 - 25
Timor-Leste 2 -  2 - 4
Brunei 1 - 1 - 5

Kamis, 19 Desember 2013

Dan, Sang Naga pun Tidur Lelap

Randy Wirayudha - Okezone
Yohannes Christian "Chris" John (tengah) (Foto: Heru Haryono/Okezone)
SETIAP petarung punya wujud “monster” yang tak kasat mata ketika memang tengah bernafsu untuk adu otot di atas ring. Sifat “monster” itulah yang biasanya menguasai tubuh dan pikiran untuk ‘ngotot’ tak mau kalah dari sang lawan hingga dentang bel menandakan kemenangan.

Meski begitu ketika wujud “monster” itu tak lagi menaungi, hasrat serta gairah takkan bisa lagi menopang tubuh bak steroid alami guna menahan gempuran pukulan lawan dan memberi perlawanan balik. Ketika tubuh tak lagi menyiratkan kemampuan, tentu putusan yang mesti diambil adalah tutup karier.

Jika tidak, fatal akibatnya. Entah sudah berapa petinju dunia yang dipaksa gantung sarung tinju dengan kondisi cedera maupun cacat permanen, baik fisik maupun mental. Hal ‘begini’ yang ingin dihindari Sang Naga – Chris John.

Tak diragukan dunia tinju nasional khususnya dan segenap masyarakat Indonesia pada umumnya bakal merindukan sosok yang satu ini. Tanpa melupakan prestasi para pendahulunya yang go-international lebih dulu macam Ellyas Pical, Nico Thomas dan M. Rachman, Chris John bisa dikatakan petinju Indonesia yang paling mentereng catatan kariernya.

Betapa tidak, selain capaian 10 tahun mempertahankan gelar dunianya, WBA menganugerahinya dengan status “Fighter of the Decade”, 2009 lalu usai melangsungkan dua partai mempertahankan gelar kontra Rocky Juarez.

Dunia mengenalnya dengan “sungguh-sungguh” ketika Juan Manuel Márquez mesti mengakui keunggulan The Dragon 2006 silam. Padahal Chris John sudah memegang gelar WBA kelas bulu sejak menang via split-decision kontra Oscar León, tiga tahun sebelumnya.

Sudah 17 lawan mencoba merebut gelarnya itu tapi tak satupun mampu pulang dengan sukacita. Tapi memasuki usia 35 tahun, tubuh Chris memaksa “monster Naga” itu bersikap bijak dan “tidur” selamanya. Keputusan pensiun pun tiba hari ini, Kamis 19 Desember, setelah mengakui kondisi fisiknya tak lagi prima seperti dulu.

Pernyataannya untuk tutup karier juga tak lepas dari kenyataan di mana Chris, gagal menyamai rekor legenda Rocky Marciano dengan 49 kemenangan beruntunnya. Rekor 48 kemenangan Chris disetop Simpiwe Vetyeka awal bulan lalu lantaran kalah TKO di ronde keenam.

Andai Chris saat itu menang, bakal lain ceritanya,: “Ya kalau saat melawan Vetyeka saya menang, mungkin saya masih akan terus bertinju,” ujarnya singkat.

“Tapi setelah kekalahan itu, saya merasa kondisi fisik saya sudah tak lagi seperti dulu. Keputusan ini saya ambil sendiri, tanpa ada tekanan dari mana pun,” lanjut Chris John.

Sang Naga sudah takkan lagi mengharumkan nama Indonesia di belantara tinju dunia. Namun Chris mengaku punya harapan besar terhadap juniornya, Daud Yordan yang pada saat bersamaan kala Chris John kalah dari Vetyeka, “Cino” mempertahankan gelar IBO kelas ringan dari petinju Afrika Selatan lainnya, Sipho Taliwe.

“Ke depannya, saya berharap bisa tetap sumbang tenaga buat tinju Indonesia. Untuk saat ini, saya juga berharap Daud Yordan bisa meneruskan perjuangan (mengharumkan nama Indonesia di gelaran tinju dunia),” tambahnya.

Lantas bagaimana kehidupan Chris selepas menutup karier profesionalnya? Sang legenda baru Indonesia ini pun mengaku belum tahu bakal tetap di jalur tinju atau tidak. Yang pasti, Chris ingin melepas penat dengan pelesiran dan menambah keturunan dengan sang istri, Anna Maria Megawati yang sejauh ini, sudah punya dua buah hati, Maria “Dragon Fay” Luna Ferisha dan Maria Rossa Christiani.

“Ke depannya, Chris ingin bikin biografi. Dia butuh wadah untuk menuangkan kenang-kenangannya tentang perjalanan kariernya. Tapi sebelumnya kami akan berperjalanan dulu ke Vietnam, Jepang dan China. Karena kemarin-kemarin, kami belum sempat menikmati hasil kerja kerasnya,” timpal sang istri yang juga mantan atlet wushu itu.

“Kami juga ingin membuat program bayi kembar. Chris inginnya ‘cowok’ karena sebelumnya kan dua anak kita ‘cewek’. Tapi kalau ‘cowok’, sepertinya nanti mirip saya,” lanjut Anna diselingi tawa.

Bicara soal wushu yang pernah digeluti sang istri, Chris ternyata juga punya pengalaman dengan olahraga beladiri asal Tiongkok ini. Sebelum “menceburkan” diri secara fokus ke dunia tinju, anak keempat dari pasangan Johan Tjahjadi dan Maria Warsini ini sudah punya rentetan medali.

Sejak 1996 hingga 2001, Chris mengoleksi empat medali, masing-masing emas di kejuaraan nasional dan PON XIV 1996, sekeping emas lagi dari ajang SEA Games 1997 serta medali perunggu SEA Games 2001.

Patut ditunggu janji Chris yang masih ingin berkutat di seputar dunia tinju ke depannya, baik sebagai “pemoles” bibit-bibit tinju baru sebagai pelatih maupun motivator. Ringkas perpisahan, Selamat “tidur” sang Naga, takkan lekang di makan waktu sumbangan prestasimu untuk negeri ini di pentas pertarungan.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Web Hosting Bluehost