Tampilkan postingan dengan label SPORT F1 &A1. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SPORT F1 &A1. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Januari 2014

Kimi Tak Terkejut Banyak Mobil Bermasalah

Hendra Mujiraharja - Okezone

Kimi Raikkonen. (Foto: Reuters)
JEREZ – Banyak kendaraan yang tidak bisa melanjutkan balapan pada tes perdana Formula One (F1) 2014. Kimi Raikkonen sama sekali tidak terkejut dengan hal itu.

Pembalap Ferrari itu sendiri tampil cukup baik dalam tes ini. Setelah melahap 31 putaran bersama mobil Ferrari-nya, Kimi berhasil mencatat waktu tercepat 1 menit 27.104 detik. Beruntung, banyak mobil rival yang mengalami masalah.

McLaren gagal menjajal mobil sama sekali, sedangkan Red Bull hanya mampu membalap sebanyak tiga putaran, sementara Mercedes terpaksa menghentikan tes stelah Lewis Hamilton mengalami kecelakaan.

Kimi menganggap hal itu sangat wajar. Sebab, dia dan pembalap lain masih beradaptasi dengan peraturan baru di mana mobil menggunakan mesin turbo. Ini tentu membuat para mekanik harus berpikir ekstra keras untuk merancang mobilnya agar tampil maksimal.

"Sudah pasti semua orang ingin melihat balapan lebih lama dan begitu juga dengan kami, tapi kejadian seperti ini sangat normal dengan perubahan yang sangat besar,” kata Kimi, sebagaimana diberitakan Autosport, Rabu (29/1/2014).

“Membutuhkan waktu sebelum kami bisa membalap dengan 100 persen sepanjang waktu dan tidak memiliki masalah. Saya rasa kami memulai dengan baik,” lanjut mantan pembalap Lotus itu.

Selasa, 07 Januari 2014

Belum Ada Perubahan dari Kondisi Schumi

A. Firdaus - Okezone

Sebuah ungkapan ulang tahun untuk Schumi dari fans (foto: Reuters)
GRENOBLE – Kondisi juara dunia tujuh kali Formula One (F1) Michael Schumacher masih dalam keadaan stabil. Namun pihak rumah sakit tempat di mana Schumi dirawat mengatakan, pihaknya tak menutup kemungkinan bahwa kondisi sang pembalap masih dalam masa kritis.

Saat ini Grenoble University Hospital, terus melakukan pantauan terhadap kondisi mantan pembalap Ferrari tersebut, pasca kecelakaan yang menimpa Schumi Minggu 29 Desember lalu. Melalui suratnya, pihak rumah sakit yang menangani Schumi mengatakan belum ada kemajuan dari kondisi sang legenda

“Kondisi Michael Schumacher dianggap stabil dan terus dipantau oleh perawatan medis yang diberikan kepadanya. Namun, tim medis yang bertanggung jawab menggarisbawahi bahwa mereka tidak akan berhenti untuk mempertimbangkan kondisi Michael yang bisa saja kritis,”demikian surat dari tim medis Schumi.

“Kebijakan privasi dari pasien juga menganggap bahwa kami tidak akan masuk ke dalam rincian pengobatannya, dan ini adalah mengapa kami tidak merencanakan konferensi pers lagi untuk saat ini,”sambung surat tersebut.

Sementara itu dari pihak penyidik yang menyelidiki kecelakaan Schumacher telah mengonfirmasi, bahwa mereka akan mengadakan konferensi pers Rabu, 8 Januari di Albertville dan akan mengungkapkan temuan awal mereka.

Seperti diketahui, akhir pekan lalu, menjelang pergantian tahun, musibah dialami oleh Schumi. Pria asal Jerman ini mengalami kecelakaan Ski di pegunungan Grenoble, Prancis pada Minggu 29 Desember 2013. Schumi mengalam gegar otak, setelah pada kecelakaan itu kepalanya terbentur batu.

Valsecchi Kecewa, Lotus Siapkan Pembalap Baru

Arief Hadi Purwono - Okezone
Davide Valsecchi (Foto: Ist)
ENSTONE – Berstatus pembalap cadangan tim Lotus Formula One ternyata tidak membuat Davide Valsecchi nyaman. Terutama saat keberadaannya diabaikan tim, dan hanya dianggap sebelah mata.

Ya, itulah nasib yang sedang dirasakan pembalap cadangan asal Itali tersebut. Valsecchi kecewa musim lalu ‘hanya’ dianggap sebagai cadangan yang akan membalap jika hanya saat Kimi Raikkonen berhalangan.

Valsecchi kemudian mengungkapkan kekecewaannya terhadap tim Lotus yang tidak sama sekali memberikan kesempatan untuk mendapatkan pengalaman membalap di Formula One.

“Mungkin saya memang kurang berpengalaman, namun kesempatan apa yang bisa saya manfaatkan untuk mendapatkan pengalaman jika tidak membalap?,” geram Valsecchi, seperti dilansir Autoweek, Selasa (7/1/2014).

Atas kekecewaan yang dirasakan Valsecchi, tim Lotus diprediksi akan mencari penggantinya sebagai pembalap cadangan untuk tahun 2014 ini. Untuk melapis Romain Grosjean dan Pastor Maldonado sebagai pembalap utama tim yang bermarkas di Enstone, Inggris tersebut.

Nama pembalap Denmark, Marco Sorensen diprediksi akan menggantikan Valsecchi untuk F1 2014 ini. Sorensen sebelumnya tahun lalu juga bermain untuk Lotus, namun hanya sebagai pembalap uji coba.

Pembalap berusia 24 tahun tersebut, juga pernah bermain di seri Formula Renault 3.5 musim lalu dengan tim yang sama dan berhasil menyelesaikan musim dengan berada di peringkat 7.

Senin, 06 Januari 2014

Saksi Mata Rekam Insiden Schumi

Hendra Mujiraharja - Okezone
Dukungan fans terhadap Michael Schumacher lewat sebuah topi. (Foto: Reuters)
GRENOBLE – Pihak keamanan Prancis terus menyelidiki penyebab terjatuhnya Michael Schumacher saat bermain ski di gunung es. Beberapa saksi mata di tempat kejadian terus ditanyakan oleh pihak keamanan.

Media di Jerman, Der Spiegel, mengatakan mereka dihubungi oleh seorang pria yang mengaku telah merekam insiden terjatuhnya mantan pembalap Formula One (F1). Ketika itu disaat yang bersamaan, pria 35 tahun itu merekam kekasihnya sedang bermain ski di gunung Alps, Prancis.

Media terkenal itu memang tidak memperlihatkan video atau menyebut apakah wartawan mereka melihat, rekaman dari saksi tersebut. Mereka mengatakan kepada pria yang tidak mau disebutkan namanya itu untuk menyerahkan barang bukti kepada pihak kepolisian.
Saksi itu mengatakan, Schumacher terjatuh dengan kecepatan kurang dari 20km per jam.

Jelas, kesaksian itu berbeda dengan berita yang pernah diungkap oleh Daily Mail beberapa waktu lalu. Saat itu, seorang saksi mengatakan Schumacher terjatuh ketika sedang mencoba menolong seorang anak perempuan dari temannya. Sementara itu manajer, Schumacher, Sabine Kehm, mengaku polisi sudah mengambil kamera yang ada di helmnya.

Hal ini dilakukan untuk menyelidiki lebih jauh penyebab kecelakaan yang dialami juara tujuh kali F1 itu.

Pembenahan Mesin Jadi Fokus Mercedes

 Muhammad Indra Nugraha - Okezone
Hamilton bersama Mercedes W04. (Foto: Reuters)
LONDON - Jelang bergulirnya musim baru balapan Formula One, Mercedes terus fokus pada pembenahan mesin. Pasalnya, di musim depan akan ada perubahan pada regulasi mesin pada jet darat tersebut.

Seperti diketahui, F1 pada musim depan akan melakukan perubahan dalam regulasi mesin dengan menghentikan pemakaian mesin 2,4 liter konfigurasi V8 dan putaran maksimum 18.000 per menit (rpm) akhir musim ini. Sebagai penggantinya ada mesin 1,6 liter V6 dengan putaran 15.000 rpm.

“Kami terus mempelajari hal baru secara berlanjut. Oli dan air harus berada dalam suhu yang sangat tepat. Sekali Anda melaju dalam kondisi yang sedikit di ambang batas, semuanya akan berhenti bekerja,” ujar bos Mercedes, Niki Lauda.

Tim yang menaungi Lewis Hamilton dan Nico Rosberg ini juga dikabarkan sudah melakukan beberapa tes secara internal. Uji coba tersebut, antara lain pada gearbox, teknologi recovery energy, dan sistem pendingin.

Dalam kesempatan ini, Lauda juga membantah kabar yang mengatakan bahwa jadwal uji coba di musim dingin tetap berlangsung. Pasalnya, sebelumnya Tim Principal Red Bull, Christian Horner sempat mengembuskan kabar tentang penundaan itu.

“Tidak akan ada yang berubah. Semua rencana itu akan tetap terlaksana akhir Januari mendatang. Tes musim dingin tersebut merupakan kesempatan emas bagi semua tim,” papar Lauda di Autosport..

Minggu, 05 Januari 2014

Bos Mercedes Puji Hamilton


Alfa Mandalika - Okezone
Lewis Hamilton. (Foto: Reuters)
BRACKLEY – Performa pembalap tim Mercedes, Lewis Hamilton musim lalu boleh dibilang tidak terlalu istimewa. Pasalnya, Hamilton hanya mampu finis di peringkat empat klasemen akhir. Hamilton juga selalu memberikan kritikan kepada dirinya sendiri karena merasa kurang puas dengan penampilannya.

Selain itu, Hamilton juga acap kali berbicara blak-blakan dengan para kru Mercedes dalam pembicaraan di radio dan tak heran banyak orang yang heran dengan prilaku Hamilton.

Kendati begitu, bos Mercedes, Toto Wolff tetap memuji driver-nya tersebut. Menurut Wolff, bekerja dengan Hamilton adalah hal yang menyenangkan.

“Pertama-tama, dia memiliki karakter yang menyenangkan,” ungkap CEO Mercedes, Wolff seperti dilansir Autosport, Senin (6/1/2014).

“Jadi secara umum, sangat menyenangkan bekerjasama dengan dia dan sebuah kehormatan bisa bekerja dengannya karena dia sangat kompetitif. Terkadang, Anda menemukan pembalap yang kompetitif, kemudian menjadi pengacau, dia tidak,” lanjut Wolff.

Minggu, 29 Desember 2013

Kaleidoskop 2013 Penegasan Supremasi Vettel & Red Bull

Achmad Firdaus - Okezone
Sebastian Vettel dan Mark Webber saat launching mobil Red Bull untuk musim 2013 (Foto: Ist)
Musim 2013 menjadi penegasan supremasi Sebastian Vettel dan timnya Red Bull Racing. Hasil ini tak lepas dari sukses mereka mengawinkan gelar juara dunia F1 untuk kali keempat secara beruntun.

Vettel dan Red Bull mengawali kompetisi Formula One 2013 dengan penampilan yang kurang meyakinkan. Dalam lima seri awal, Vettel hanya dua kali tampil sebagai pemenang. Hal ini sama dengan yang ditorehkan Fernando Alonso di kubu Ferrari.

Vettel menjadi pemenang pada seri di Malaysia dan Bahrain, sedangkan Alonso memijak podium utama pada seri China dan kampung halamannya Spanyol. Aroma persaingan sengit pun mulai terendus.

Namun, fenomena tersebut tidak berlangsung lama. Alonso bersama Ferrarinya mulai menemukan masalah, di mana mereka tak mampu mempertahankan konsistensi performa. Sejak kemenangan di Spanyol, Alonso tak pernah lagi mencicipi podium pertama.

Sementara Vettel, bak mesin diesel yang lambat laun semakin oke, pembalap Jerman dengan geberannya RB9 mulai menancapkan kukunya sebagai tim yang menakutkan.

Total dalam 14 laga tersisa, Vettel hanya sekali gagal mendulang poin, tepatnya pada seri kedelapan di Inggris. Kala itu, Vettel yang dalam posisi memimpin balapan harus mengakhiri lomba lebih awal, lantaran gearbox pada RB9 yang dikemudikannya bermasalah.

Memasuki seri ke-9, pembenahan serius dilakukan pihak Red Bull. Hasil konkret pun langsung didapat Vettel dengan menenangi balapan di kampung halamannya, sirkuit Hockenheim, Jerman.

Lanjut ke seri 10 di Hungaria, Vettel gagal membendung kecepatan Lewis Hamilton di tim Mercedes sebagai pemenang. Meski demikian, pembalap berjuluk Baby Schumi ini masih bisa sedikit tersenyum lantaran berhasil mengamankan podium tiga, di belakang Kimi Raikkonen.

Penegasan supremasi Vettel dan Red Bull akhirnya benar-benar terlihat mulai seri ke-11 di Belgia. Pembalap 26 tahun asal Jerman ini tampil superior dengan terus berdiri di podium teratas hingga akhirnya memastikan gelar juara usai memenangi seri F1 India, atau saat kompetisi masih menyisakan tiga seri.

Dominasi yang ditunjukkan Vettel sontak membuat balapan mulai membosankan. Sejumlah fans mulai gerah melihat Vettel terus berdiri di podium utama. Puncaknya terjadi pada seri F1GP di Italia.

Bermain di kandang Ferrari dengan dukungan fans yang cukup fanatik, Vettel dibuat tidak tenang. Sejak sesi latihan dia selalu menerima ejekan dan cemoohan fans Kuda Jingkrak. Puncaknya terjadi ketika dirinya sukses jadi pemenang. Saat menerima trofi juara, fans Ferrari terus menghujaninya dengan cemoohan. Hal ini sempat membuat Vettel kesal dan mengkritisi sikap para fans.

Akan tetapi, cemoohan yang diterimanya tidak lantas menggoyahkan semangat juang Vettel. Dia justru semakin termotivasi untuk terus menunjukkan kapasitasnya, dan hal itu benar-benar dibuktikannya.

Setelah menang di Belgia, Italia, Singapura, Korea, Jepang dan mengklaim titel juara di India, Vettel mempertegas dominasinya dengan memenangi tiga seri tersisa di Abu Dhabi, Amerika Serikat dan seri pamungkas di Brasil.

Vettel pun menutup musim sempurnanya dengan rekor memenangi sembilan balapan secara beruntun. Gelar juara dunia keempat yang diklaimnya dalam empat musim terakhirnya membuat namanya setara dengan legenda F1 Asal Argentina, Juan Manuel Fangio yang mengoleksi empat mahkota juara.

Vettel hanya kalah dari seniornya Michael Schumacher yang masih mempimpin daftar pembalap dengan gelar juara dunia terbanyak secara beruntun, yakni lima titel juara. Schumi total mengoleksi tujuh gelar juara dunia.

Polemik Ban Pirelli
Selain kecemerlangan Vettel dan Red Bull, yang menarik untuk diingap pada kompetisi musim 2013 ialah performa ban Pirelli yang jadi pemasok tunggal ban untuk Formula One.

Ya, pabrikan ban asal Italia ini kerap menuai kritikan lantaran dinilai tidak mampu memberikan ban yang sesuai dengan harapan para pembalap. GP Inggris di Sirkuit Silverstone, Minggu 30 Juni 2013 menjadi puncak kekesalan para pembalap terhadap Pirelli.

Hal ini dipicu dari insiden pecah ban yang dialami Lewis Hamilton dan Felipe Massa di tengah balapan. Kontan, insiden ini menuai protes keras dari sejumlah pembalap. Mereka menuntut Pirelli untuk melakukan pembenahan serius karena insiden yang dialami Hamilton dan Massa itu dianggap dapat membahayakan nyawa pembalap.

Mark Webber Pensiun
Momen menarik lain yang patut disimak ialah keputusan Mark Webber untuk pensiun. Ya, pembalap veteran Australia ini akhirnya memutuskan untuk mundur setelah 12 tahun bergelut dengan dunia jet darat.

Seri penutup di Interlagos, Brasil, menjadi aksi pamungkas Webber di pentas F1. Pada balapan terakhirnya, pembalap 37 tahun ini tampil ciamik. Meski gagal menutup karier dengan kemenangan, Webber sudah cukup puas bisa berdiri di podium dua, di belakang rekan setimnya Sebastian Vettel yang jadi pemenang.

Secara keseluruhan, performa Webber di musim 2013 cukup baik. Meski tidak mampu memenangi satu pun seri, namun Webber konsisten memberikan perlawanan di garis dengan. Dia menutup musim dengan menempati posisi tiga klasemen umum pembalap, di bawah Fernando Alonso dan sang juara dunia, Sebastian Vettel.

Selepas pensiun dari F1, pembalap yang selama kariernya di F1 pernah memperkuat tim-tim seperti Minardi, Jaguar dan Williams ini akan menggeluti dunia baru. Masih dari dunia balap mobil, namun kali ini Webber akan ambil bagian pada ajang balapan uji ketahanan mobil, 24 Hour Le Mans bersama tim Porsche.

Periskop Formula One 2014 Kencangkan Sabuk Pengaman Menyongsong 2014

Randy Wirayudha - Okezone
F1 2014 menjelang! (Foto: Nacho Doce/REUTERS)
SUDAH siapkah Anda menatap kancah F1 musim 2014? Pasalnya untuk edisi ke-65 yang sedianya baru resmi dihampar Maret tahun depan, gelaran F1 punya prospek besar untuk menyajikan persaingan lebih seru. Maka, siapkanlah helaan nafas Anda dan jangan sekalipun luput mengikuti tiap desingan mesin-mesin jet darat saling adu cepat di lintasan aspal.

Anda tentu sudah lihat sendiri berbagai kejutan di musim 2012 dan musim lalu di mana dominasi Red Bull, sedikit demi sedikit mulai tergerus. Bukan lantaran Ferrari sudah bangkit secara lebih mapan, namun lantaran dua tim yang sebelumnya dianggap di level medioker macam Mercedes dan Lotus, mulai mengusik Red Bull, Ferrari dan McLaren.

Bicara lima tim di atas, memang sedianya tim-tim lain macam Sauber, Force India, Torro Rosso apalagi Marussia atau Caterham, lima jajaran elite alias Big Five di atas masih jauh superior kendati Sauber dan Force India mengaku pede dengan rekrutan baru “tapi” lama.

Menyinggung para pilot yang bakal beraksi di 2014 mendatang, Sebastian Vettel tetap jadi favorit. Patut dinanti pula bagaimana capaian rekan barunya, Daniel Ricciardo yang datang menggantikan Mark Webber. Publik tentu bertanya-tanya, apakah jebolan Toro Rosso ini bisa menyamai Webber atau bahkan melampaui guna memberi tekanan internal buat Vettel.

Tak kalah menarik jika menengok ke tim seteru lama Red Bull – Ferrari. Tim kuda jingkrak ini kembali menduetkan Fernando Alonso dan Kimi Räikkönen. Bicara skill individu, tak ada yang meragukan betapa cepatnya mereka. Namun bekas-bekas gesekan di masa lalu masih dipertanyakan, apakah sudah sirna dan di 2014 nanti keduanya bakal harmonis atau malah jadi masalah besar dan melahirkan bom waktu buat Ferrari.

Adapun di tim Mercedes, tak ada perubahan line-up sama sekali. Tim yang berbasis di Brackley ini masih punya kepercayaan penuh pada duet Nico Rosberg dan Lewis Hamilton yang bergantian tampil kompetitif sebagai “pengganggu” Ferrari dan Red Bull.

Setelah lama menimbang-nimbang siapa calon terbaik suksesor Kimi, Lotus akhirnya menjatuhkan pilihan pada Pastor Maldonado. Team principal Eric Boullier melihat potensi tersembunyi pada driver asal Venezuela tersebut bahwa jika Maldonado diberikan mobil yang lebih baik dari tim sebelumnya, Williams, Maldonado berpotensi tampil fantastis lebih konsisten seperti kejutan yang pernah ditunjukkannya pada GP Spanyol 2012 silam dengan memuncaki podium.

Sementara rekan Maldonado masih Romain Grosjean. Tampil biasa-biasa saja di awal-awal musim 2013, tiba-tiba Grosjean menarik perhatian banyak pihak di paruh kedua hingga akhir musim. Grosjean punya potensi besar merebut lebih banyak tangga podium tahun depan.

Mengulas musim baru, jelas takkan lengkap jika tak disertai datangnya para debutan. Untuk 2014 ini, memang hanya ada dua rookie yang dapat kepercayaan jadi pilot utama. Tapi tentu patut dinanti bagaimana musim perdana mereka, terutama Kevin Magnussen yang punya beban berat di pundaknya.

Betapa tidak? Dipasangkan dengan si veteran Jenson Button di McLaren untuk menggantikan Sergio Pérez, putra kandung legenda Jan Magnussen ini dijunjung ekspektasi besar dari bos Martin Whitmarsh. Mantan jawara Formula Renault 3.5 Series ini diharapkan bisa membawa atmosfer segar, sekaligus memperbaiki indeks prestasi McLaren yang anjlok 2013 lalu – tak sekalipun satu dari dua pilotnya bisa mencicipi tangga podium.

Satu debutan lagi sedianya masih asing di telinga para pecinta F1. Dialah Daniil Kvyat. Pilot termuda F1 (19 tahun) asal Rusia ini akan menempati kokpit Toro Rosso guna menambal kekosongan yang ditinggalkan Ricciardo ke Red Bull. Namun jangan salah, bicara potensi, tentu kampiun GP3 Series musim lalu itu takkan kekurangan peluang untuk tampil mengejutkan di tim satelit Red Bull itu, kala berduet dengan pembalap lama, Jean-Éric Vergne.

Melengkapi susunan driver di 2014, Pérez yang didepak McLaren akan menempati kokpit Force India lagi bersama Nico Hülkenberg. Kedatangan Pérez tentu mengharuskan posisi Paul di Resta dan Adrian Sutil tersingkir. Sutil sendiri beruntung masih mendapat tawaran dari Sauber untuk rekanan dengan Esteban Gutiérrez.

Tim legendaris Williams yang masih berusaha bangkit, punya kans untuk menembus papan tengah setelah merekrut eks-pilot Ferrari, Felipe Massa yang akan bermitra dengan Valtteri Bottas. Sedangkan Marussia, masih mencari rekan Jules Bianchi di kokpit kedua. Setidaknya masih lebih baik dari Caterham yang hingga kini, belum memutuskan wakilnya setelah tak memperpanjang kontrak Charles Pic dan Giedo van der Garde.

Suasana baru juga akan jadi kenikmatan sendiri terkait arena-arena balap di 2014. Memang tak ada perubahan besar soal sejumlah sirkuit, apalagi jadwal. Namun setidaknya kita bisa kembali disuguhkan seri Austria di Red Bull Ring yang akan jadi race kedelapan, 22 Juni mendatang, setelah absen satu dekade lamanya.

Trek yang benar-benar anyar akan tersaji di sirkuit jalanan Sochi sebagai tuan rumah GP Rusia yang dijadwalkan di paruh kedua, 2 November tahun depan sebagai pengganti GP Korea Selatan yang tak lagi menggelar F1, layaknya GP India. Tapi GP India dipastikan akan kembali menghampar Vettel Cs 2015 mendatang.

Sementara GP Jerman, akan kembali ke arena Hockenheimring setelah kontrak pihak Nürburgring dengan otoritas F1 sudah kedaluarsa. Yang menarik lagi, balapan di waktu malam akan bertambah, tak hanya di Abu Dhabi dan Marina Bay (Singapura), tapi juga di GP Bahrain sebagai momen perayaan 10 tahun gelaran F1 di Bahrain International Circuit.

Bahrain sendiri akan melangsungkan seri ketiga setelah GP Sepang dan seri pembuka di Melbourne (Australia), 16 Maret mendatang. Sedangkan GP Brasil tak lagi jadi seri penutup lantaran F1 memutuskan seri terakhir akan digulirkan di Yas Marina, Abu Dhabi, 23 November 2014 di mana juga akan ditetapkan untuk kali pertama regulasi double-points.

Nah, mempersoalkan regulasi, ini yang akan jadi salah satu faktor menarik bila ingin melihat peta persaingan musim depan. Untuk 2014, otoritas F1 menetapkan sejumlah regulasi baru, baik untuk sisi teknis maupun sporting regulations.

Yang akan bikin pusing banyak tim adalah perubahan regulasi soal mesin. Mulai dari perubahan mesin berformat V6 dengan gearbox semi-otomatis, serta pembatasan jumlah mesin dari delapan di musim lalu hingga (hanya diperbolehkan) lima mesin. Jika ada tim yang sengaja atau terpaksa menggunakan mesin keenam dengan alasan apapun, siap-siap saja si pilot menjalani start dari pit-lane.

Otoritas F1 juga akan membatasi sesi tes ban. Jelas hal ini akan jadi persoalan besar, terutama buat tim yang belum mampu menyesuaikan diri dengan karakter ban Pirelli sebagai penyuplai resmi ban F1. Sebagai gantinya, setiap tim diharuskan memiliki simulator tes ban yang sempat dikecam penetapannya oleh bos Ferrari, Luca di Montezemolo, sebagai regulasi yang konyol!

Yang baru di 2014 juga akan terjadi di sisi sporting regulations. Mulai dari sistem poin penalti yang diakumulasikan, penggunaa nomor mobil yang permanen seperti yang diterapkan di MotoGP, hingga sistem poin ganda di seri terakhir. Otoritas F1 melihat sistem poin ganda ini akan terus memancing perhatian publik hingga akhir musim dan menambah ketatnya persaingan serta memperbesar kemungkinan pembalap yang masih bertengger di klasemen dua bahkan tiga, untuk mengkudeta sang pemuncak.

Selama ini pula, tak satu pun ada pengakuan tetap sebagai pemetik pole-position terbanyak dalam sesi kualifikasi. Guna membangkitkan gairah, terutama bagi pemegang start di luar para langganan macam Vettel dan Alonso, otoritas F1 mengadakan persaingan kategori lain yang akan berujung pada “Pole Trophy” sebagai penghargaan buat mereka yang punya koleksi pole-position terbanyak dalam semusim.

Terakhir, tentu takkan lengkap pula jika tak dilengkapi siapa-siapa saja yang bisa diprediksi merebut kampiun F1 2014. Apakah Vettel (lagi), Alonso, Hamilton, atau malah sejumlah kejutan yang berpotensi dibawakan Grosjean?

Well, banyak yang bilang banyaknya perubahan regulasi bakal meruntuhkan dominasi Red Bull. Tapi tak jarang pula yang beropini malah takkan banyak berpengaruh. Namun terlepas dari itu semua, Vettel dan Alonso masih difavoritkan akan saling sikut di puncak klasemen dari seri ke seri. Jadi, sebaiknya mulai ambil ancang-ancang untuk mengencangkan sabuk pengaman dari sekarang guna merasakan melesatnya laju dan desingan mesin jet darat musim depan.

Potensi Bom Waktu Kimi-Alonso

Randy Wirayudha - Okezone
Fernando Alonso Diaz & Kimi-Matias Raikkonen (Foto: ist)
FAENZA – Tak terhitung berapa banyak figur F1 yang pesimis jika ditanya apakah Ferrari bakal sukses jika kembali menduetkan Kimi Räikkönen dengan Fernando Alonso. Namun tim kuda jingkrak tetap bersikukuh hingga akhirnya merekrut lagi The Iceman untuk musim 2014.

Peringatan lain dituturkan salah satu pilot jet darat Toro Rosso, Jean-Éric Vergne, yang bahkan melihat adanya prospek bom waktu yang akan jadi masalah besar buat Ferrari, terkait gesekan yang bisa terjadi antara Kimi dan Alonso.

“Saya yakin Fernando akan jadi salah satu kandidat juara (musim 2014), tapi saya sangat tertarik untuk melihat bagaimana jadinya jika dia berduet dengan Kimi sebagai rekan setim di Ferrari,” papar Vergne.

“Baik Kimi dan Fernando, kedua-duanya merupakan pembalap yang sangat cepat, tapi jika keduanya dipasangkan akan menghadirkan potensi bom waktu,” imbuhnya kepada CdS, Jumat (27/12/2013).

Didatangkannya kembali Kimi ke Maranello, markas Ferrari, merupakan satu dari sedikit cara tim pabrikan Italia itu untuk bangkit dan berupaya menggusur superioritas Red Bull di beberapa musim belakangan.

Tapi Vergne tak menilai Ferrari bisa serta-merta unggul atas Red Bull di 2014, kendati sudahd ada sejumlah perubahan regulasi yang ditetapkan otoritas F1. Vergne merasa Red Bull akan tetap superior dengan ditopang mantan rekannya, Daniel Ricciardo untuk menggantikan kokpit yang ditinggal Mark Webber.

“Saya tak mengira akan ada perubahan besar dalam (peta persaingan) F1, meski sebenarnya ada sejumlah besar perubahan pada regulasi F1. Jujur, saya melihat Red Bull akan tetap unggul atas Ferrari musim depan.

Senin, 23 Desember 2013

Terobosan Ecclestone Untuk Sistem Poin Ganda F1

 Achmad Firdaus - Okezone
 
CEO F1, Bernie Ecclestone (Foto: Ist)
LONDON – Bos Formula One, Bernie Ecclestone akhirnya turut berkomentar terkait regulasi poin ganda yang kini jadi polemik jelang bergulirnya kompetisi F1 musim depan. Dia setuju dengan aturan baru tersebut, ada syaratnya.

Ecclestone menyambut baik ide FIA yang akan memberlakukan poin ganda untuk seri pamungkas di F1 2014 mendatang. Jadi, pemenang di seri terakhir ini akan mendapatkan poin 50 (harusnya 25), kedua 36 (harusnya 18), dan seterusnya.

Meski demikian, pria berambut putih ini tidak sepenuhnya setuju apabila sistem poin ganda hanya diberlakukan untuk seri pamungkas saja. Dia mendesak FIA untuk menerapkan sistem poin ganda ini untuk tiga balapan terakhir.

Jika syarat yang diajukannya ini tidak dituruti, Bernie yang kabarnya akan segera mundur dari jabatannya sebagai bos F1ini akan mengancam akan membatalkan aturan baru ini pada rapat dengan perwakilan tim-tim, bulan depan.

“Secara pribadi, saya lebih memilih aturan poin ganda itu diberlakukan di tiga balapan terakhir . Tapi, ada kemungkinan regulasi itu dibatalkan pada pertemuan (Strategy Grup) Januari nanti. Bagi saya, poin ganda untuk tiga laga pamungkas, atau tidak sama sekali,” tegasnya sebagaimana dikutip Crash, Selasa (24/12/2013).

Terobosan yang dikemukakan Ecclestone ini bukan sembarangan. Dia menilai, dengan adanya poin ganda sejak tiga balapan terakhir, maka balapan akan berjalan semakin menarik dan lebih sulit ditebak, ketimbang sistem poin ganda hanya diberlakukan pada seri pamungkas.

“Dengan poin ganda yang diperebutkan di tiga balapan terakhir, itu akan membuat kompetisi semakin menarik bagi semua orang -juga fans, jurnalis dan televisi- hingga akhir musim,” tandasnya.

Menanti Potensi Magnussen

Randy Wirayudha - Okezone
\
Kevin Magnussen (Foto: McLarenMedia)
WOKING – Melakoni bermusim-musim F1 belakangan tanpa perbaikan indeks prestasi, McLaren malah mengambil langkah berisiko menyongsong 2014. Tim yang berbasis di Woking itu memilih seorang rookie dan mendepak Sergio Pérez guna mendampingi pilot veteran, Jenson Button.

Ya, dalam delapan musim terakhir, McLaren akhirnya memboyong rookie kedua setelah Lewis Hamilton untuk menempati kokpit utama. Adalah Kevin Magnussen yang tak lain, putra kandung legenda Jan Magnussen yang dipercaya tim prinsipal, Martin Whitmarsh.

Jelas, tekanan dan ekspektasi bakal lebih dulu menghampiri Magnussen untuk menyamai dampak yang pernah ditinggalkan Lewis Hamilton atau bahkan Jan Magnussen – sang Ayah. Whitmarsh sendiri menaruh keyakinan penuh pada langkah yang diambilnya ini lantaran mengaku terkesan pada dua sesi tes yang diikuti Magnussen pada November 2012 di Abu Dhabi dan Juli lalu di Silverstone.

“Yang membuat saya terkesan adalah konsistensinya – tak sedikit pun dia melakukan kesalahan. Saya juga berkesempatan ikut pada suatu evaluasi teknis di akhir tes dan saya mendapatinya dikelilingi sejumlah teknisi dan setidaknya 20 video conference dari teknisi lain,” ujar Whitmarsh.

“Saya duduk tenang untuk mendengarkan feedback-nya, betapa jelas dan tepatnya dia memberi timbal-balik soal mobil. Saya juga melihat kepercayaan diri dan menyadari bahwa dia seseorang yang spesial,” lanjutnya, sebagaimana dilansir SportingLife, Selasa (24/12/2013).

Soal potensi yang dilihat Whitmarsh ini, memang belum banyak bisa dirasakan publik yang memang masih punya keraguan pada apa yang dimiliki Magnussen. Namun Whitmarsh tetap teguh pada pendiriannya menempatkan Magnussen ke kokpit McLaren, kendati ada risiko besar apakah potensi ini bisa diwujudkan di atas lintasan atau malah “tenggelam”.

“Kami pernah berhasil dengan Lewis, tapi berapa kali dalam karier Anda (mendapati debutan berkembang pesat) karena kami bisa saja menerima lemparan telur ke wajah kami,” sambungnya.

“Sebenarnya saya ragu untuk mengatakan ini, tapi tetap akan saya katakan – perjalanan Lewis terhitung lebih mudah karena kami sendiri yang menuntunnya dengan beragam sesi tes dengan cara yang saat ini tak bisa lagi Anda lakukan. Jadi memang ada risiko besar (dengan Magnussen), tapi kami takkan melakukannya kecuali kami tak merasa proyek dan potensinya akan berhasil,” tutup Whitmarsh.

Minggu, 22 Desember 2013

Gutierrez Tetap Bersama Sauber-Ferrari

Arief Hadi Purwono - Okezone
 
Esteban Guiterrez.(foto:.acirdeportes.com)
MONTERREY – Setelah sebelumnya menunjuk pembalap muda asal Russia, Sergey Sirotkin sebagai test driver, kali ini Sauber kembali menunjuk Pembalap asal Meksiko, Esteban Gutierrez, untuk tetap berlomba dengan Sauber-Ferrari, F1, musim depan. Gutierrez  akan bersama Adrian Sutil yang bertukar tempat dengan Nico Hulkenberg, yang musim lalu bermain untuk Sauber.

Kepastian ini didapat setelah Sauber membuat pernyataan resmi melalui kepala tim Sauber, Monisha Kalternborn, yang percaya kepada talenta muda Esteban yang bermain di  F1 championship, yang terkenal ketat.

“Kami sangat senang Esteban akan menjadi pembalap kami di tahun 2014. Musim lalu, ia menunjukkan pengalaman bagaimana sulitnya menjadi pemula yang terlibat di ajang F1. Namun, sepanjang musim ia berkembang secara signifikan di kualifikasi, juga saat bertanding (di championship F1), dan menyelesaikan musim sebagai pembalap pemula terbaik di championship. Saya yakin Esteban akan mampu menggunakan pengalamannya untuk meraih hasil yang diinginkan, dibantu dengan fakta ia mengenal dengan baik tiap personel tim F1 lainnya, ” ujarnya, seperti yang dilansir NDTV, Minggu (22/12/2013).

Selain pembalap, tim Sauber yang musim lalu menempati peringkat 7 dengan 57 poin, juga mengumumkan kelanjutan hubungan sponsor, dengan perusahaan telepon asal Meksiko, Telmex.
Menanggapi kelanjutan berlomba untuk tim Sauber musim depan, bersama Adrian Suttil, Esteban Gutierrez mengaku senang, kembali menjadi pembalap tim F1 Sauber musim depan.

“Saya bahagia dapat melanjutkan karier sebagai pembalap untuk tim F1 Sauber, ini akan menjadi tahun keempat saya dengan tim, dan kedua sebagai pembalap. Saya merasakan kenyamanan untuk mengambil langkah selanjutnya. Saya akan melakukan yang terbaik untuk meningkatkan lebih kemampuan saya, dan mendukung tim dengan cara terbaik yang bisa saya lakukan,” tutup Esteban, kepada Autosport, Minggu (22/12/2013).

Pengumuman yang dibuat Sauber sekaligus memupuskan isu soal bermainnya kembali pembalap asal Brasil berusia 41, Rubens Barrichello, yang juga pernah menjadi pembalap untuk Ferrari dan Honda.

Ferrari Kagumi Sikap Raikkonen

Arief Hadi Purwono - Okezone
Kimi Raikkonen.(foto:IST)
BOLOGNA – Penunjukkan kembali Kimi Raikkonen sebagai pembalap kedua tim F1, Scuderia Ferrari, menggantikan Felipe Massa yang beralih ke Williams-Mercedes, banyak menimbulkan pertanyaan, akan duetnya dengan Fernando Alonso. Dua pembalap yang setara dalam satu tim, setara dalam kemampuan mengemudi.

Nama besar Alonso dan Raikkonen, menimbulkan pertanyaan, akankah salah satu di antara mereka, dapat meredam ‘ego’, dan mengalah untuk menjadi yang terdepan? Karena, dalam F1 championship, juara umum hanya untuk tim, sedangkan untuk individu, hanya ada juara 1, 2, dan seterusnya.

Terlebih, rivalitas keduanya yang sama pernah menjadi juara dunia di tim F1 yang berbeda. Alonso menjadi juara dua kali berturut-turut pada  2005 dan 2006 bersama Renault, dan Raikkonen juara pada 2007 bersama Ferrari.

Namun, Ketua kepala Ferrari, Luca Cordero di Montezemolo, menepis semua anggapan miring perihal duet Alonso-Raikkonen tersebut, dan justru memuji Raikkonen, yang memiliki sikap yang baik sejak bergabung kembali ke tim Ferrari, setelah sebelumnya menjadi pembalap, untuk Lotus.

“Kimi lebih baik dari yang saya harapkan. Ia diterima oleh semua fans di seluruh dunia, ia lebih populer di mata fans, dan ini penting di dalam tim. Ia pria yang jujur. Sejak ia bersama kami, kami tidak sama sekali mengalami satu pun masalah,” ucap Montezemolo, seperti dilansir Planet-F1, Minggu (22/12/2013).

“Saya rasa Fernando (Alonso) mengetahui, ia tidak berkendara untuk dirinya sendiri. Namun untuk Ferrari, dan Raikkonen tahu, ia berada di kesempatan kedua dalam kariernya, dan ada beberapa tahun yang penting untuk dirinya kedepan. Tiap pembalap, sejak saya menangani Ferrari, tahu, mereka tidak berkendara untuk diri sendiri, namun untuk tim. Jika beberapa pembalap ingin berkendara untuk dirinya sendiri, akan banyak kemungkinan, mereka dapat melakukannya untuk tim sendiri, mereka dapat pergi dengan tim yang berbeda, namun di Ferrari, inilah peraturan-peraturannya, dan ini sangat jelas,” ujarnya.

Montezemolo yakin, rivalitas di antara keduanya, justru akan membuat tim  Kuda Jingkrak ini, kembali meraih prestasi di ajang Championship F1, musim depan.  

Sabtu, 21 Desember 2013

Sauber Siapkan Pembalap Muda Turun ke Ajang F1

Putri Utami - Okezone
 
Sergey Sirotkin. (Foto: RTR Sports)
HINWIL – Pembalap muda asal Rusia, Sergey Sirotkin resmi ditunjuk sebagai test driver oleh tim Formula One (F1), Sauber. Tim asal Swiss ini mengumumkan bahwa sejak Juli lalu telah mempersiapkan pembalap muda ini untuk mendapatkan Super Lisensi (Lisensi untuk berlaga di F1 World Championship).

Meskipun Sauber telah menyiapkan waktu bagi Sirotkin untuk menyelesaikan jarak tempuhnya selama pengujian pra-musim. Sauber telah merekrut dua pembalap, yakni Adrian Sutil dan Esteban Gutierrez dan berjanji akan mempersiapkan Sirotkin di ajang F1 untuk jangka panjang.

“Kami telah bekerja bersama Sergey (Sirotkin) sejak Agustus dan wawasannya tentang F1 benar-benar bertambah. Sekarang dia telah mengambil langkah selanjutnya di tingkat teratas dari motosport dalam peran barunya sebagai test driver,” kata Bos Sauber, Monisha Kaltenborn, seperti dilansir Autosport, Sabtu (21/12/2013).

“Dia merupakan pembalap yang sangat fokus, tenang, dan juga pembalap bertalenta. Sekarang kami akan terus mendukungnya, termasuk memperoleh Superlicence. Tujuan kami mempersiapkan dirinya untuk debut Formula 1,” lanjut Monisha

Bergabungnya pembalap berusia 18 tahun ini sebagai test driver bersama Sauber sebagai bagian dari hubungan dengan investor Rusia, bertujuan untuk mempromosikannya ke dalam arena balap F1 sesegera mungkin pada 2014 nanti.

Pembalap asal Rusia ini pernah diberi jarak tempuh di mobil Ferrari F1 di Fiorano, 2009 lalu dan telah mengendarai Sauber pada 2013, dengan menggunakan sebagian Sirkuit Sochi dari bagian persiapannya. Sirotkin juga sedang mempersiapkan Formula Renault pasca musim untuk tim ISR yang telah dia jalani di tahun 2013 dan Fortec Motosport.

“Ini adalah kesempatan besar bagi saya menjadi pengendara uji coba untuk tim Sauber F1. Saya akan bekerja keras demi meningkatkan diri saya dan untuk memaksimalkan kesempatan ini,”ujar Sirotkin.

“Formula One memang sangat pelik, jadi sangat penting mendapatkan kesempatan seperti ini. Fokus utama saya adalah tahun depan yaitu World Series dari Renault, yang sangat kompetitif. Kompetisi ini akan memberikan saya kesempatan untuk mempersiapkan diri lebih baik agar siap untuk langkah besar berikutnya,” tutupnya.

Jumat, 20 Desember 2013

Mercedes Bajak Dua Teknisi Red Bull

Randy Wirayudha - Okezone
Mark Ellis. (Foto: Motosport)
BRACKLEY – Satu demi satu, sejumlah pilar belakang layar Red Bull mulai angkat koper meninggalkan Milton Keynes – homebase Red Bull. Setelah kepala aerodinamik Peter Prodromou diboyong McLaren, kini giliran Mark Ellis dan Giles Wood yang dibajak Mercedes.

Memang, Ellis dan Wood takkan langsung jadi bagian tim “Silver Bullet” mulai seri pertama musim 2014, melainkan Juni tahun depan. Tapi tetap saja kenyataan ini jadi pukulan telak buat Red Bull, terutama kepala teknisi Adrian Newey yang kehilangan staf teknisnya satu per satu.

Ellis sendiri selama ini menangani dinamisme mobil Sebastian Vettel dan Mark Webber (2014 digantikan Daniel Ricciardo). Sementara Wood, memegang kendali atas simulasi dan analisis teknis.

Mulai paruh kedua musim depan, Ellis dan Wood akan jadi “anak buah” Paddy Lowe dan Toto Wolff yang dipromosikan Mercedes bersamaan, guna menempati jabatan lowong yang ditinggalkan Ross Brawn. Tugas Lowe mencakup urusan teknis di lintasan balap, sementara Wolff mengurusi keuangan dan politik Mercedes.

Selama dua tahun terakhir ini, Mercedes memang serius membangun tim dan mobil yang kompetitif dan diharapkan, kedatangan Ellis dan Wood, akan jadi pilar yang tepat guna memperkaya pengembangan mobil mereka.

“Direkrutnya Ellis dan Wood untuk memperkuat organisasi teknis tim, terutama di bidang simulasi/analisis dan dinamika mobil,” bunyi pernyataan Mercedes, sebagaimana diwartakan BBCSport, Jumat (20/12/2013).

Selasa, 17 Desember 2013

Bos Ferrari Kecewa Performa F138

A. Firdaus - Okezone
Luca di Montezemolo (foto: Reuters)
MARANELLO – Bos Ferrari, Luca di Montezemolo mengaku kecewa, lantaran hanya menempatkan Fernando Alonso sebagai runner-up, di bawah Sebastian Vettel. Tak hanya itu, Ferrari bahkan tertinggal jauh dari Mercedes dan Red Bull di klasemen akhir konstruktor.

Montezemolo pun menyalahkan kinerja mobil dari F138 sepanjang musim ini. Padahal dari awal musim, penampilan mobil meyakinkan, setelah mengawali kompetisi dengan kemenangan di Grand Prix (GP) China dan Spanyol.

“Saya ingin berterima kasih kepada tim atas kerja kerasnya, bahkan jika ada kekecewaan, itu karena tidak memiliki mobil yang kami harapkan. Terutama setelah awal yang positif, kami semua berharap akan terus berlanjut,” ucap Montezemolo, kepada Crash, Selasa (17/12/2013).

“Pada bagian tersebut, pasti menjalar ke beberapa faktor eksternal, tapi yang utama untuk kesalahan tidak boleh kami ulangi,” sambungnya.

Kekecewaan yang berujung menyakitkan bagi pria berusia 66 tahun itu. Karena dengan pencapaian tersebut, praktis Ferrari mengalami penurunan. Bahkan berhasil dikangkangi oleh tim kuda hitam macam Mercedes.

“Ini menyakitkan bisa berada di bawah Mercedes. Kami tahu kami memiliki kemampuan, kompetensi, dan semangat untuk kembali ke atas podium. Terpenting tim harus bekerja dengan tekad yang besar dan mengambil posisi terdepan dalam tugas anda sendiri, itu yang saya minta dari tim,” tegasnya.

Senin, 16 Desember 2013

Webber: Musim Depan, Red Bull Sangat Kuat

Alfa Mandalika - Okezone
Mark Webber. (Foto: Ist)
MILTON KEYNES – Musim depan Formula One (F1) akan memberlakukan regulasi baru mengenai perubahan mesin, bahan bakar dan double point. Dan banyak kalangan menganggap tim Red Bull yang menjadi juara musim ini akan menemui kesulitan.

Mendengar kabar seperti itu, mantan pembalap Red Bull, Mark Webber mengatakan bahwa tim yang bermarkas di Milton Keynes tetap menjadi tim yang kuat. Webber juga percaya bahwa Sebastian Vettel dan tim akan cepat beradaptasi dengan peraturan yang berlaku.

“Mereka adalah favorit untuk tahun depan, Seb favorit untuk meraih gelar juara lagi,” ungkap Webber seperti dilansir BBC, Senin (16/12/2013).

Ketika disinggung siapa yang akan menjadi pesaing di gelaran F1, Webber tak ragu menjawab bahwa persaingan akan berada di Fernando Alonso dan Vettel.

“Persaingan mungkin akan berada di Vettel dan Fernando Alonso (Ferrrari),” lanjut Webber.

“Sulit untuk mengatakan siapa yang lebih terbaik. Kami harus selalu memantau perkembangan mereka. Tapi, Hamilton juga mempunyai kesempatan,” tuntasnya.

Kimi Pilih Nomor 7, Alonso Gunakan 14

Hendra Mujiraharja - Okezone
Fernando Alonso. (Foto: Reuters)
PARIS – Formula One (F1) 2014 belum bergulir. Para pembalap baru diminta untuk memilih nomor yang akan digunakan bersama timnya. Pembalap anyar Ferrari, Kimi Raikkonen, memilih nomor tujuh.

Setelah memulai proses seleksi penggunaan nomor di tim F1, FIA memberitahukan kepada pembalap mereka harus memilih angka dari 2-99 yang akan digunakan pada musim depan. Pembalap Force India, Sergio Perez, memilih memakai nomor 11 untuk musim depan.

Sementara itu, Fernando Alonso juga tidak ketinggalan memilih nomor. Pembalap asal Spanyol menggunakan nomor 14, sebagai nomor keberuntungan, lalu Jean-Eric Vergne ingin memakai nomor 27, dan Nico Rosberg telah meminta nomor 6, yang mana nomor itu digunakan oleh ayahnya, mantan pembalap F1, Keke Rosberg.

Valtteri Bottas juga sudah memutuskan akan menggunakan nomor 77, sebagai pilihan utamanya. Bahkan dia sudah memamerkan dengan hashtag ‘Bo77as’ epada para 49 ribu follower-nya, di jejaring sosial Twitter.

Romain Grosjean memilih memakai nomor tiga. “Nomor 3 merupakan favorit saya dan sudah dikirimkan ke FIA, tapi kami akan tetap merahasiakannya jika sudah diumumkan,” tambah pembalap Lotus itu, diberitakan Inautonews, Senin (16/12/2013).

Sedangkan media massa Finlandia, Ilta-Sanomat, memberitakan Kimi sudah memilih nomor tujuh untuk digunakan pada mobil Ferrari tahun depan.

Minggu, 15 Desember 2013

Ferrari Muak Jadi Runner-up

Randy Wirayudha - Okezone
Luca di Montezemolo (Foto: Reuters)
MARANELLO – Tim legendaris mana yang tak jengah terus-menerus harus “diasapi” tim lain. Beberapa musim belakangan ini, hal itu terjadi pada Ferrari yang acap dipaksa jadi runner-up setelah Red Bull. Padahal kualitas dan kompetensi tim kuda jingkrak tidaklah terpuruk.

Hal serupa terjadi lagi di musim 2013. Malah kali ini, Ferrari gagal mengamankan tempat kedua kategori constructor setelah digusur Mercedes. Tempat kedua hanya mampu ditempati kategori pembalap dengan mencatatkan nama Fernando Alonso di bawah Sebastian Vettel.

Soal kerja keras tim maupun para pilotnya, Presiden Luca di Montezemolo masih tak segan melontarkan apresiasinya. Tapi tidak dengan hasil hitam di atas putih di mana Ferrari selalu jadi yang kedua.

“Seperti biasanya, saya selalu senang dengan semua orang di tim dan saya takkan pernah lelah untuk bilang bahwa semua orang di tim merupakan aset berharga perusahaan kami. Saya berterimakasih atas kerja keras kalian semua dan semoga, harapan kita semua di musim berikutnya,” terang Di Montezemolo.

“Terlepas dari itu, kami juga kecewa pada beberapa faktor eksternal, tapi yang pasti faktor-faktor itu bukan berasal dari kami. Meski begitu, kesalahan tak boleh diulangi. Saya sendiri, sangat muak (Ferrari) selalu jadi yang kedua,” sambungnya, kepada GestioneSportiva, Senin (16/12/2013).

“Kami punya kemampuan, kompetensi dan semangat untuk bangkit setahap demi setahap ke puncak podium. Saya berharap setiap orang di tim bekerja dengan determinasi untuk jadi yang terdepan di setiap pekerjaan, itu yang saya inginkan dari semua orang di Ferrari,” tambahnya lagi.

Dua individu yang tak ketinggalan mendapat apresiasi tinggi Di Montezemolo, siapa lagi kalau bukan team principal Stefano Domenicali dan Fernando Alonso, terutama sang mantan juara dunia yang belakangan juga mengungkapkan frustrasinya terhadap performa Ferrari sendiri.

“Domenicali layak mendapat pujian setelah kerja kerasnya selama ini. Bersama rekan-rekannya, kami membuat progres dengan perlengkapan dan teknologi yang saya yakin, akan mengembalikan kami ke jalur kemenangan,” imbuh Di Montezemolo.

“Selama bertahun-tahun ini, Fernando juga memberikan yang terbaik dan dia pantas mendapatkan mobil yang kompetitif guna mengantarkannya ke trek juara. Saya bisa mengerti rasa frustrasinya yang tentunya, dirasakan juga oleh semua orang di tim ini. Tapi saya yakin bahwa dia sadar mewakili Ferrari dan oleh karenanya, dia akan terus memberikan yang terbaik buat kami di masa mendatang,” tutupnya.

Bos Sauber: "Keuangan FI Bermasalah"

Putri Utami - Okezone
Monisha Kaltenborn. (Foto: TurkiyeF1)
HINWIL – Setelah mengalami krisis keuangan internal di badan tim asal Swiss, Sauber, Juli lalu, kali ini bos Sauber, Monisha Kaltenborn menegaskan bahwa struktur keuangan Formula One (F1) sedang mengalami masalah.

Menurutnya kemampuan tim-tim besar menyelesaikan masalah keuangan menjadi keruntuhan dalam dunia olahraga. Hal ini dinyatakan Kaltenborn setelah anggaran yang akan diperkenalkan FI pada tahun 2015 mendatang, dan Kaltenborn menegaskan bahwa perlu dilakukan perubahan.

“Kami tidak mungkin bisa menyeimbangkan segala hal, tidak sama sekali. Ini adalah tentang kompetisi dan kemenangan terbaik,”ujar Kaltenborn kepada Autosport, Minggu (15/12/2013).

“Akan tetapi jika yang terbaik hanya ditentukan oleh faktor keuangan, maka ada sesuatu yang tidak beres, karena hak ini bukan hanya tentang keuangan akan tetapi tentang olahraga,”tegasnya.

Sebagai tambahan awal pekan ini Sauber telah menunjuk pembalap asal Jerman, Adrian Sutil sebagai pembalap untuk musim 2014 dan menggantikan Nico Hulkenberg akibat masalah gajinya yang tersendat pada Juli lalu.
(rin)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Web Hosting Bluehost