Tampilkan postingan dengan label olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label olahraga. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Januari 2014

Misi Murray di 2014

Alfa Mandalika - Okezone

Andy Murray. (Foto: Reuters)
LONDON – Menjadi lebih baik merupakan resolusi yang mungkin sering diungkapkan banyak orang pada umumnya. Pun begitu yang diinginkan oleh petenis tenar dunia, Andy Murray. Memasuki tahun 2014, Murray ingin menambah dua gelar grand slam-nya.

Usai sukses di AS Terbuka pada 2012, Murray juga mampu merengkuh gelar Wimbledon tahun lalu setelah menyingkirkan Novak Djokovic. Tidak hanya itu, Murray juga sempat mencicipi kesuksesan olimpiade London dengan berhasil meraih medali emas. Deretan prestasi tersebut, membuat Murray termotivasi untuk mendapatkan hasil yang lebih mentereng tahun ini.

Kendati begitu, Murray juga tetap ingin fokus memulihkan kondisi cedera punggungnya. Hal itu dianggap penting karena jika kondisi tubuh fit, impian-impian Murray akan lebih mulus terealisasi.

“Saya ingin sehat. Saya ingin 100 persen fit dan mampu memainkan pukulan saya dengan baik dan terus bersaing dengan petenis lainnya. Saya ingin menambah beberapa gelar, tapi tujuan utama saya adalah untuk segera fit,” kata Murray, seperti dikutip Sky Sport, Senin (6/1/2014).

“Setiap petenis tunggal atau olahraga mana pun setiap atlet ingin menjadi nomor satu dunia, tetapi tujuan saya hanyalah memenangkan grand slam, sesederhana itu,” paparnya.

Minggu, 29 Desember 2013

Kaleidoskop 2013 Penegasan Supremasi Vettel & Red Bull

Achmad Firdaus - Okezone
Sebastian Vettel dan Mark Webber saat launching mobil Red Bull untuk musim 2013 (Foto: Ist)
Musim 2013 menjadi penegasan supremasi Sebastian Vettel dan timnya Red Bull Racing. Hasil ini tak lepas dari sukses mereka mengawinkan gelar juara dunia F1 untuk kali keempat secara beruntun.

Vettel dan Red Bull mengawali kompetisi Formula One 2013 dengan penampilan yang kurang meyakinkan. Dalam lima seri awal, Vettel hanya dua kali tampil sebagai pemenang. Hal ini sama dengan yang ditorehkan Fernando Alonso di kubu Ferrari.

Vettel menjadi pemenang pada seri di Malaysia dan Bahrain, sedangkan Alonso memijak podium utama pada seri China dan kampung halamannya Spanyol. Aroma persaingan sengit pun mulai terendus.

Namun, fenomena tersebut tidak berlangsung lama. Alonso bersama Ferrarinya mulai menemukan masalah, di mana mereka tak mampu mempertahankan konsistensi performa. Sejak kemenangan di Spanyol, Alonso tak pernah lagi mencicipi podium pertama.

Sementara Vettel, bak mesin diesel yang lambat laun semakin oke, pembalap Jerman dengan geberannya RB9 mulai menancapkan kukunya sebagai tim yang menakutkan.

Total dalam 14 laga tersisa, Vettel hanya sekali gagal mendulang poin, tepatnya pada seri kedelapan di Inggris. Kala itu, Vettel yang dalam posisi memimpin balapan harus mengakhiri lomba lebih awal, lantaran gearbox pada RB9 yang dikemudikannya bermasalah.

Memasuki seri ke-9, pembenahan serius dilakukan pihak Red Bull. Hasil konkret pun langsung didapat Vettel dengan menenangi balapan di kampung halamannya, sirkuit Hockenheim, Jerman.

Lanjut ke seri 10 di Hungaria, Vettel gagal membendung kecepatan Lewis Hamilton di tim Mercedes sebagai pemenang. Meski demikian, pembalap berjuluk Baby Schumi ini masih bisa sedikit tersenyum lantaran berhasil mengamankan podium tiga, di belakang Kimi Raikkonen.

Penegasan supremasi Vettel dan Red Bull akhirnya benar-benar terlihat mulai seri ke-11 di Belgia. Pembalap 26 tahun asal Jerman ini tampil superior dengan terus berdiri di podium teratas hingga akhirnya memastikan gelar juara usai memenangi seri F1 India, atau saat kompetisi masih menyisakan tiga seri.

Dominasi yang ditunjukkan Vettel sontak membuat balapan mulai membosankan. Sejumlah fans mulai gerah melihat Vettel terus berdiri di podium utama. Puncaknya terjadi pada seri F1GP di Italia.

Bermain di kandang Ferrari dengan dukungan fans yang cukup fanatik, Vettel dibuat tidak tenang. Sejak sesi latihan dia selalu menerima ejekan dan cemoohan fans Kuda Jingkrak. Puncaknya terjadi ketika dirinya sukses jadi pemenang. Saat menerima trofi juara, fans Ferrari terus menghujaninya dengan cemoohan. Hal ini sempat membuat Vettel kesal dan mengkritisi sikap para fans.

Akan tetapi, cemoohan yang diterimanya tidak lantas menggoyahkan semangat juang Vettel. Dia justru semakin termotivasi untuk terus menunjukkan kapasitasnya, dan hal itu benar-benar dibuktikannya.

Setelah menang di Belgia, Italia, Singapura, Korea, Jepang dan mengklaim titel juara di India, Vettel mempertegas dominasinya dengan memenangi tiga seri tersisa di Abu Dhabi, Amerika Serikat dan seri pamungkas di Brasil.

Vettel pun menutup musim sempurnanya dengan rekor memenangi sembilan balapan secara beruntun. Gelar juara dunia keempat yang diklaimnya dalam empat musim terakhirnya membuat namanya setara dengan legenda F1 Asal Argentina, Juan Manuel Fangio yang mengoleksi empat mahkota juara.

Vettel hanya kalah dari seniornya Michael Schumacher yang masih mempimpin daftar pembalap dengan gelar juara dunia terbanyak secara beruntun, yakni lima titel juara. Schumi total mengoleksi tujuh gelar juara dunia.

Polemik Ban Pirelli
Selain kecemerlangan Vettel dan Red Bull, yang menarik untuk diingap pada kompetisi musim 2013 ialah performa ban Pirelli yang jadi pemasok tunggal ban untuk Formula One.

Ya, pabrikan ban asal Italia ini kerap menuai kritikan lantaran dinilai tidak mampu memberikan ban yang sesuai dengan harapan para pembalap. GP Inggris di Sirkuit Silverstone, Minggu 30 Juni 2013 menjadi puncak kekesalan para pembalap terhadap Pirelli.

Hal ini dipicu dari insiden pecah ban yang dialami Lewis Hamilton dan Felipe Massa di tengah balapan. Kontan, insiden ini menuai protes keras dari sejumlah pembalap. Mereka menuntut Pirelli untuk melakukan pembenahan serius karena insiden yang dialami Hamilton dan Massa itu dianggap dapat membahayakan nyawa pembalap.

Mark Webber Pensiun
Momen menarik lain yang patut disimak ialah keputusan Mark Webber untuk pensiun. Ya, pembalap veteran Australia ini akhirnya memutuskan untuk mundur setelah 12 tahun bergelut dengan dunia jet darat.

Seri penutup di Interlagos, Brasil, menjadi aksi pamungkas Webber di pentas F1. Pada balapan terakhirnya, pembalap 37 tahun ini tampil ciamik. Meski gagal menutup karier dengan kemenangan, Webber sudah cukup puas bisa berdiri di podium dua, di belakang rekan setimnya Sebastian Vettel yang jadi pemenang.

Secara keseluruhan, performa Webber di musim 2013 cukup baik. Meski tidak mampu memenangi satu pun seri, namun Webber konsisten memberikan perlawanan di garis dengan. Dia menutup musim dengan menempati posisi tiga klasemen umum pembalap, di bawah Fernando Alonso dan sang juara dunia, Sebastian Vettel.

Selepas pensiun dari F1, pembalap yang selama kariernya di F1 pernah memperkuat tim-tim seperti Minardi, Jaguar dan Williams ini akan menggeluti dunia baru. Masih dari dunia balap mobil, namun kali ini Webber akan ambil bagian pada ajang balapan uji ketahanan mobil, 24 Hour Le Mans bersama tim Porsche.

Periskop Formula One 2014 Kencangkan Sabuk Pengaman Menyongsong 2014

Randy Wirayudha - Okezone
F1 2014 menjelang! (Foto: Nacho Doce/REUTERS)
SUDAH siapkah Anda menatap kancah F1 musim 2014? Pasalnya untuk edisi ke-65 yang sedianya baru resmi dihampar Maret tahun depan, gelaran F1 punya prospek besar untuk menyajikan persaingan lebih seru. Maka, siapkanlah helaan nafas Anda dan jangan sekalipun luput mengikuti tiap desingan mesin-mesin jet darat saling adu cepat di lintasan aspal.

Anda tentu sudah lihat sendiri berbagai kejutan di musim 2012 dan musim lalu di mana dominasi Red Bull, sedikit demi sedikit mulai tergerus. Bukan lantaran Ferrari sudah bangkit secara lebih mapan, namun lantaran dua tim yang sebelumnya dianggap di level medioker macam Mercedes dan Lotus, mulai mengusik Red Bull, Ferrari dan McLaren.

Bicara lima tim di atas, memang sedianya tim-tim lain macam Sauber, Force India, Torro Rosso apalagi Marussia atau Caterham, lima jajaran elite alias Big Five di atas masih jauh superior kendati Sauber dan Force India mengaku pede dengan rekrutan baru “tapi” lama.

Menyinggung para pilot yang bakal beraksi di 2014 mendatang, Sebastian Vettel tetap jadi favorit. Patut dinanti pula bagaimana capaian rekan barunya, Daniel Ricciardo yang datang menggantikan Mark Webber. Publik tentu bertanya-tanya, apakah jebolan Toro Rosso ini bisa menyamai Webber atau bahkan melampaui guna memberi tekanan internal buat Vettel.

Tak kalah menarik jika menengok ke tim seteru lama Red Bull – Ferrari. Tim kuda jingkrak ini kembali menduetkan Fernando Alonso dan Kimi Räikkönen. Bicara skill individu, tak ada yang meragukan betapa cepatnya mereka. Namun bekas-bekas gesekan di masa lalu masih dipertanyakan, apakah sudah sirna dan di 2014 nanti keduanya bakal harmonis atau malah jadi masalah besar dan melahirkan bom waktu buat Ferrari.

Adapun di tim Mercedes, tak ada perubahan line-up sama sekali. Tim yang berbasis di Brackley ini masih punya kepercayaan penuh pada duet Nico Rosberg dan Lewis Hamilton yang bergantian tampil kompetitif sebagai “pengganggu” Ferrari dan Red Bull.

Setelah lama menimbang-nimbang siapa calon terbaik suksesor Kimi, Lotus akhirnya menjatuhkan pilihan pada Pastor Maldonado. Team principal Eric Boullier melihat potensi tersembunyi pada driver asal Venezuela tersebut bahwa jika Maldonado diberikan mobil yang lebih baik dari tim sebelumnya, Williams, Maldonado berpotensi tampil fantastis lebih konsisten seperti kejutan yang pernah ditunjukkannya pada GP Spanyol 2012 silam dengan memuncaki podium.

Sementara rekan Maldonado masih Romain Grosjean. Tampil biasa-biasa saja di awal-awal musim 2013, tiba-tiba Grosjean menarik perhatian banyak pihak di paruh kedua hingga akhir musim. Grosjean punya potensi besar merebut lebih banyak tangga podium tahun depan.

Mengulas musim baru, jelas takkan lengkap jika tak disertai datangnya para debutan. Untuk 2014 ini, memang hanya ada dua rookie yang dapat kepercayaan jadi pilot utama. Tapi tentu patut dinanti bagaimana musim perdana mereka, terutama Kevin Magnussen yang punya beban berat di pundaknya.

Betapa tidak? Dipasangkan dengan si veteran Jenson Button di McLaren untuk menggantikan Sergio Pérez, putra kandung legenda Jan Magnussen ini dijunjung ekspektasi besar dari bos Martin Whitmarsh. Mantan jawara Formula Renault 3.5 Series ini diharapkan bisa membawa atmosfer segar, sekaligus memperbaiki indeks prestasi McLaren yang anjlok 2013 lalu – tak sekalipun satu dari dua pilotnya bisa mencicipi tangga podium.

Satu debutan lagi sedianya masih asing di telinga para pecinta F1. Dialah Daniil Kvyat. Pilot termuda F1 (19 tahun) asal Rusia ini akan menempati kokpit Toro Rosso guna menambal kekosongan yang ditinggalkan Ricciardo ke Red Bull. Namun jangan salah, bicara potensi, tentu kampiun GP3 Series musim lalu itu takkan kekurangan peluang untuk tampil mengejutkan di tim satelit Red Bull itu, kala berduet dengan pembalap lama, Jean-Éric Vergne.

Melengkapi susunan driver di 2014, Pérez yang didepak McLaren akan menempati kokpit Force India lagi bersama Nico Hülkenberg. Kedatangan Pérez tentu mengharuskan posisi Paul di Resta dan Adrian Sutil tersingkir. Sutil sendiri beruntung masih mendapat tawaran dari Sauber untuk rekanan dengan Esteban Gutiérrez.

Tim legendaris Williams yang masih berusaha bangkit, punya kans untuk menembus papan tengah setelah merekrut eks-pilot Ferrari, Felipe Massa yang akan bermitra dengan Valtteri Bottas. Sedangkan Marussia, masih mencari rekan Jules Bianchi di kokpit kedua. Setidaknya masih lebih baik dari Caterham yang hingga kini, belum memutuskan wakilnya setelah tak memperpanjang kontrak Charles Pic dan Giedo van der Garde.

Suasana baru juga akan jadi kenikmatan sendiri terkait arena-arena balap di 2014. Memang tak ada perubahan besar soal sejumlah sirkuit, apalagi jadwal. Namun setidaknya kita bisa kembali disuguhkan seri Austria di Red Bull Ring yang akan jadi race kedelapan, 22 Juni mendatang, setelah absen satu dekade lamanya.

Trek yang benar-benar anyar akan tersaji di sirkuit jalanan Sochi sebagai tuan rumah GP Rusia yang dijadwalkan di paruh kedua, 2 November tahun depan sebagai pengganti GP Korea Selatan yang tak lagi menggelar F1, layaknya GP India. Tapi GP India dipastikan akan kembali menghampar Vettel Cs 2015 mendatang.

Sementara GP Jerman, akan kembali ke arena Hockenheimring setelah kontrak pihak Nürburgring dengan otoritas F1 sudah kedaluarsa. Yang menarik lagi, balapan di waktu malam akan bertambah, tak hanya di Abu Dhabi dan Marina Bay (Singapura), tapi juga di GP Bahrain sebagai momen perayaan 10 tahun gelaran F1 di Bahrain International Circuit.

Bahrain sendiri akan melangsungkan seri ketiga setelah GP Sepang dan seri pembuka di Melbourne (Australia), 16 Maret mendatang. Sedangkan GP Brasil tak lagi jadi seri penutup lantaran F1 memutuskan seri terakhir akan digulirkan di Yas Marina, Abu Dhabi, 23 November 2014 di mana juga akan ditetapkan untuk kali pertama regulasi double-points.

Nah, mempersoalkan regulasi, ini yang akan jadi salah satu faktor menarik bila ingin melihat peta persaingan musim depan. Untuk 2014, otoritas F1 menetapkan sejumlah regulasi baru, baik untuk sisi teknis maupun sporting regulations.

Yang akan bikin pusing banyak tim adalah perubahan regulasi soal mesin. Mulai dari perubahan mesin berformat V6 dengan gearbox semi-otomatis, serta pembatasan jumlah mesin dari delapan di musim lalu hingga (hanya diperbolehkan) lima mesin. Jika ada tim yang sengaja atau terpaksa menggunakan mesin keenam dengan alasan apapun, siap-siap saja si pilot menjalani start dari pit-lane.

Otoritas F1 juga akan membatasi sesi tes ban. Jelas hal ini akan jadi persoalan besar, terutama buat tim yang belum mampu menyesuaikan diri dengan karakter ban Pirelli sebagai penyuplai resmi ban F1. Sebagai gantinya, setiap tim diharuskan memiliki simulator tes ban yang sempat dikecam penetapannya oleh bos Ferrari, Luca di Montezemolo, sebagai regulasi yang konyol!

Yang baru di 2014 juga akan terjadi di sisi sporting regulations. Mulai dari sistem poin penalti yang diakumulasikan, penggunaa nomor mobil yang permanen seperti yang diterapkan di MotoGP, hingga sistem poin ganda di seri terakhir. Otoritas F1 melihat sistem poin ganda ini akan terus memancing perhatian publik hingga akhir musim dan menambah ketatnya persaingan serta memperbesar kemungkinan pembalap yang masih bertengger di klasemen dua bahkan tiga, untuk mengkudeta sang pemuncak.

Selama ini pula, tak satu pun ada pengakuan tetap sebagai pemetik pole-position terbanyak dalam sesi kualifikasi. Guna membangkitkan gairah, terutama bagi pemegang start di luar para langganan macam Vettel dan Alonso, otoritas F1 mengadakan persaingan kategori lain yang akan berujung pada “Pole Trophy” sebagai penghargaan buat mereka yang punya koleksi pole-position terbanyak dalam semusim.

Terakhir, tentu takkan lengkap pula jika tak dilengkapi siapa-siapa saja yang bisa diprediksi merebut kampiun F1 2014. Apakah Vettel (lagi), Alonso, Hamilton, atau malah sejumlah kejutan yang berpotensi dibawakan Grosjean?

Well, banyak yang bilang banyaknya perubahan regulasi bakal meruntuhkan dominasi Red Bull. Tapi tak jarang pula yang beropini malah takkan banyak berpengaruh. Namun terlepas dari itu semua, Vettel dan Alonso masih difavoritkan akan saling sikut di puncak klasemen dari seri ke seri. Jadi, sebaiknya mulai ambil ancang-ancang untuk mengencangkan sabuk pengaman dari sekarang guna merasakan melesatnya laju dan desingan mesin jet darat musim depan.

Jelang ASB Classic Venus Tidak Punya Rencana Gantung Raket

Hendra Mujiraharja - Okezone
AUCKLAND – Usia Venus Williams sudah tidak muda lagi. Tapi, Venus sama sekali tidak memiliki rencana untuk gantung raket dalam waktu dekat ini.

Petenis yang meraih tujuh gelar Grand Slam itu akan berlaga di ASB Classic. Venus akan berhadapan dengan petenis wildcard dari Ceska, Andrea Hlavackova di babak pertama. Kendati sering mengalami cedera dalam beberapa tahun terakhir, Venus masih berharap mendapatkan gelar Grand Slam lagi.

“Target utama saya pada musim ini sudah pasti itu (trofi Grand Slam), tapi juga Olimpiade 2016 dan kami akan melihat apa yang terjadi setelah itu. Jelas jika saya dapat bermain gemilang, mungkin saya akan terus meraih kemenangan,” kata Venus.

Venus menjadi berita utama menjelang turnamen ASB Classic. Pasalnya, ini merupakan turnamen pertama saudara kandung Serena Williams itu dalam kurun waktu 11 tahun terakhir. Turnamen ini akan menjadi partai pemanasan menjelang Australian Open 2014.

Venus mengatakan persiapannya berjalan dengan lancar. “Saya menjalani persiapan terbaik entah sejak kapan saya tidak ingat. Saya memiliki kesempatan untuk berlatih, jadi itu sangat menyenangkan,” ujar petenis asal Amerika itu.

“Ketika Anda ingat, ada momen ketika Anda mungkin tidak mengeluarkan performa terbaik dan Anda harus tetap berjuang. Jadi saya harap bisa melakukannya ketimbang apapun,” sambungnya, diberitakan Yahoosports, Senin (30/12/2013).

Senin, 23 Desember 2013

Cara Pembalap MotoGP Rayakan Natal

 Achmad Firdaus - Okezone
Stefan Bradl merayakan natal dengan berlatih keras dengan menggunakan motorcross (Foto: Twitter)
LONDON - Menyambut datangnya hari Natal, sejumlah pembalap MotoGP punya berbagai cara untuk merayakannya. Namun, tak melulu dari mereka menyambut Natal dengan bermain salju bersama keluarga.

Hari raya Natal memang identik dengan salju. Momen datangnya Natal yang bertepatan dengan musim dingin di Eropa, membuat sebagian pembalap menghabiskan libur natal dengan melakukan aktivitas di salju.

Juara dunia MotoGP tujuh kali, Valentino Rossi misalnya. Pembalap Yamaha Factory ini memilih menghabiskan libur Natal dengan ber-snowboarding ria di kampung halamannya Italia.

Berbeda dengan Rossi, sejumlah pembalap lain justru melewati momen natal dengan hal yang tidak berhubungan dengan salju. Juara dunia musim lalu, Marc Marquez misalnya.  Pembalap fenomenal Repsol Honda ini memilih beristirahat dan berkumpul bersama keluarganya di kampung halamannya di Cervera, Spanyol.

Sementara runner-up, Jorge Lorenzo lebih ekstrim lagi. Rekan duet Rossi ini memilih menghabiskan momen Natal dengan suasana tropis, di mana dia memilih berlibur ke pantai di kawasan Meksiko, demikian sebagaimana dikutip Speed, Selasa (24/12/2013).

Juara dunia MotoGP 2006, Nicky Hayden justru merayakan libur natal dengan cara tradisional. Pembalap yang musim depan bergabung dengan tim Aspar-Honda akan mengunjungi keponakannya pada pagi hari di saat Natal, untuk kemudian berkumpul dengan keluarga merayakan natal secara religius.

Selain berlibur dan merayakan natal secara religius, beberapa pembalap lain memilih kegiatan lain, seperti yang dilakukan Stefan Bradl. Pembalap LCR Honda ini lebih memilih menghabiskan liburannya dengan berlatih serius untuk menyambut musim depan. Bertempat di Yves De Maria di kawsan selatan Prancis, Bradl berlatih dengan menggunakan motorcross.

Terobosan Ecclestone Untuk Sistem Poin Ganda F1

 Achmad Firdaus - Okezone
 
CEO F1, Bernie Ecclestone (Foto: Ist)
LONDON – Bos Formula One, Bernie Ecclestone akhirnya turut berkomentar terkait regulasi poin ganda yang kini jadi polemik jelang bergulirnya kompetisi F1 musim depan. Dia setuju dengan aturan baru tersebut, ada syaratnya.

Ecclestone menyambut baik ide FIA yang akan memberlakukan poin ganda untuk seri pamungkas di F1 2014 mendatang. Jadi, pemenang di seri terakhir ini akan mendapatkan poin 50 (harusnya 25), kedua 36 (harusnya 18), dan seterusnya.

Meski demikian, pria berambut putih ini tidak sepenuhnya setuju apabila sistem poin ganda hanya diberlakukan untuk seri pamungkas saja. Dia mendesak FIA untuk menerapkan sistem poin ganda ini untuk tiga balapan terakhir.

Jika syarat yang diajukannya ini tidak dituruti, Bernie yang kabarnya akan segera mundur dari jabatannya sebagai bos F1ini akan mengancam akan membatalkan aturan baru ini pada rapat dengan perwakilan tim-tim, bulan depan.

“Secara pribadi, saya lebih memilih aturan poin ganda itu diberlakukan di tiga balapan terakhir . Tapi, ada kemungkinan regulasi itu dibatalkan pada pertemuan (Strategy Grup) Januari nanti. Bagi saya, poin ganda untuk tiga laga pamungkas, atau tidak sama sekali,” tegasnya sebagaimana dikutip Crash, Selasa (24/12/2013).

Terobosan yang dikemukakan Ecclestone ini bukan sembarangan. Dia menilai, dengan adanya poin ganda sejak tiga balapan terakhir, maka balapan akan berjalan semakin menarik dan lebih sulit ditebak, ketimbang sistem poin ganda hanya diberlakukan pada seri pamungkas.

“Dengan poin ganda yang diperebutkan di tiga balapan terakhir, itu akan membuat kompetisi semakin menarik bagi semua orang -juga fans, jurnalis dan televisi- hingga akhir musim,” tandasnya.

Jelang Australian Open 2014 Petrova & Kirilenko Mundur dari Australian Open

Randy Wirayudha - Okezone
Nadezhda "Nadia" Viktorovna Petrova (kiri) & Maria Yuryevna Kirilenko mundur dari Australian Open 2014 (Foto: WTATennis.com)
MELBOURNE – Grand Slam pembuka 2014 Australian Open dipastikan tanpa diikuti dua dari sejumlah petenis top asal Rusia. Nadia Petrova dan Maria Kirilenko memutuskan mundur dari turnamen yang akan memainkan edisi ke-102 tersebut, 13 Januari mendatang.

Petrova memutuskan mundur dari Australian Open sesudah sang Ibu, Nadezhda Ilyina tutup usia awal bulan lalu. Petrova saat ini masih berkabung setelah mantan pelari Uni Soviet yang sempat meraih medali perak Olimpiade Montreal (1976) itu meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil di Moskow, 7 Desember lalu.

Pihak penyelenggara Australian Open pun mengaku menyesali mundurnya Petrova, namun tetap lebih menyesali kepergian Ibunda Petrova dengan tak lupa melayangkan ungkapan duka cita yang mendalam.

“Kami prihatin dan menyesali Nadia Petrova yang mundur dari Ausopen, setelah kematian tragis sang Ibu. Kami turut berduka cita,” bunyi pernyataan panitia Australian Open, seperti dikutip TheAge, Selasa (24/12/2013).

Adapun Kirilenko yang turut mencabut keikutsertaannya di Australian Open, diumumkan penyelenggara setelah mendapati info resmi dari perwakilan Kirilenko, lantaran cedera engkel.

Kirilenko pun menambah daftar petenis yang mundur dari Australian Open karena cedera setelah sebelumnya, Mirjana Lucic-Baroni dan Urszula Radwanska yang juga adik kandung Agnieszka Radwanska karena masih didera masalah pada bahunya.

Menanti Potensi Magnussen

Randy Wirayudha - Okezone
\
Kevin Magnussen (Foto: McLarenMedia)
WOKING – Melakoni bermusim-musim F1 belakangan tanpa perbaikan indeks prestasi, McLaren malah mengambil langkah berisiko menyongsong 2014. Tim yang berbasis di Woking itu memilih seorang rookie dan mendepak Sergio Pérez guna mendampingi pilot veteran, Jenson Button.

Ya, dalam delapan musim terakhir, McLaren akhirnya memboyong rookie kedua setelah Lewis Hamilton untuk menempati kokpit utama. Adalah Kevin Magnussen yang tak lain, putra kandung legenda Jan Magnussen yang dipercaya tim prinsipal, Martin Whitmarsh.

Jelas, tekanan dan ekspektasi bakal lebih dulu menghampiri Magnussen untuk menyamai dampak yang pernah ditinggalkan Lewis Hamilton atau bahkan Jan Magnussen – sang Ayah. Whitmarsh sendiri menaruh keyakinan penuh pada langkah yang diambilnya ini lantaran mengaku terkesan pada dua sesi tes yang diikuti Magnussen pada November 2012 di Abu Dhabi dan Juli lalu di Silverstone.

“Yang membuat saya terkesan adalah konsistensinya – tak sedikit pun dia melakukan kesalahan. Saya juga berkesempatan ikut pada suatu evaluasi teknis di akhir tes dan saya mendapatinya dikelilingi sejumlah teknisi dan setidaknya 20 video conference dari teknisi lain,” ujar Whitmarsh.

“Saya duduk tenang untuk mendengarkan feedback-nya, betapa jelas dan tepatnya dia memberi timbal-balik soal mobil. Saya juga melihat kepercayaan diri dan menyadari bahwa dia seseorang yang spesial,” lanjutnya, sebagaimana dilansir SportingLife, Selasa (24/12/2013).

Soal potensi yang dilihat Whitmarsh ini, memang belum banyak bisa dirasakan publik yang memang masih punya keraguan pada apa yang dimiliki Magnussen. Namun Whitmarsh tetap teguh pada pendiriannya menempatkan Magnussen ke kokpit McLaren, kendati ada risiko besar apakah potensi ini bisa diwujudkan di atas lintasan atau malah “tenggelam”.

“Kami pernah berhasil dengan Lewis, tapi berapa kali dalam karier Anda (mendapati debutan berkembang pesat) karena kami bisa saja menerima lemparan telur ke wajah kami,” sambungnya.

“Sebenarnya saya ragu untuk mengatakan ini, tapi tetap akan saya katakan – perjalanan Lewis terhitung lebih mudah karena kami sendiri yang menuntunnya dengan beragam sesi tes dengan cara yang saat ini tak bisa lagi Anda lakukan. Jadi memang ada risiko besar (dengan Magnussen), tapi kami takkan melakukannya kecuali kami tak merasa proyek dan potensinya akan berhasil,” tutup Whitmarsh.

SEA Games 2013 Roy Suryo: Kami Tidak Lari dari Tanggung Jawab

Putri Utami - Okezone

Roy Suryo.(foto:Dok Okezone)
JAKARTA  - Indonesia gagal masuk tiga besar di SEA Games 2013 Myanmar. Di ajang olahraga se-Asia Tenggara ini, para pejuang Merah-Putih hanya mampu membawa Indonesia duduk di posisi empat.

Sebelum berangkat ke Myanmar, kontingen Indonesia ditargetkan meraih 120 emas. Namun pencapaiannya ternyata hanya separuhnya, 65 emas. “Harusnya kita bisa di dua atau tiga besar,” kata Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo, di Kantor Kementrian Pemuda dan Olahraga, Jakarta, Senin (23/12/2013).

Thailand keluar sebagai juara umum pada SEA Games edisi ke-27 ini, dengan 107 emas, 94 perak dan 81 perunggu. Myanmar di peringkat kedua dengan 86 emas, 62 perak dan 85, sementara Vietnam di peringkat tiga dengan 73 emas, 86 perak dan 86 perunggu. Sedangkan Indonesia meraih 65 emas, 84 perak dan 111 perunggu.

“Angka 65 mendali emas jauh dari target yang 120 mendali emas,” Roy Suryo mengakui.

Di tengah kegagalan umum kontingen Indonesia, sejumlah cabang bisa mencapai prestasi yang memuaskan. Seperti cabang Biliar yang mendapat target dua emas, catur yang ditargetkan dua emas mendapat lima emas. Wushu juga meraih hasil sesuai target, dengan empat medali emas. Badminton meraih tiga medali emas, dan Aquatik mendapat dua medali emas.

“Cabang olahraga yang biasa mendapat medali tapi tidak sesuai target seperti panahan dan kano.Yang gagal Taekowondo target 4 emas, tapi tidak dapat medali. Judo yang ditarget 4 emas juga gagal,” katanya.

Roy menyebut tuan rumah bertanding dengan tidak sportif. Itu merupakan faktor yang merugikan Indonesia dalam mendulang medali.

 “Jangan pernah menyalahkan atlet. Kami tidak pernah menyalahkan atlet. Mereka telah berjuang dengan segala kemampuan. Mereka harus turun pada jadwal yang tidak menentu. Contohnya pada badminton, catur dan takraw. Kami juga Terkejut dengan pencapaian luar biasa myanmar. Dari posisi 7 pada 2011 lalu, melonjak jadi posisinya. Persiapan mereka sangat luar biasa. Hanya, ada kecurangan di lapangan. Kesimpulan dari evaluasi: kami tidak lari dari tanggung jawab,” ujarnya.

Sabtu, 21 Desember 2013

Thailand Gulung Indonesia di Final Voli Putra

Putri Utami - Okezone
NAYPIDAW – Usai bangga dapat melenggang ke partai final dengan menaklukkan tuan rumah Myanmar di semifinal. Tim bola Voli Putra Indonesia harus mengakui keunggulan Tim asal Thailand dengan skor 0-3 di partai Final Bola Voli SEA Games XXVII Myanmar 2013.

Pada pertandingan yang bertempat di Zayar Thiri Indoor Stadium, tim bola voli putra Thailand terlalu tangguh untuk dikalahkan. Hal ini terbukti dengan poin yang diraih yaitu (20-25, 17-25, 21-25), di mana Thailand selalu memimpin sejak set pertama.

Tim Indonesia sudah berjuang mati-matian untuk menembus blok-blok pertahanan pemain Thailand. Sayangnya, sejak set pertama Ayip Rizal cs memang sulit membendung kekuatan Thailand dan hanya terhitung beberapa kali memberikan poin. Sebaliknya smash para pemain Gajah Putih itu  berulang kali menghujani area pertahanan tim Garuda.

Meski kalah, medali perak yang disumbangkan anak asuh Ibarsjah Djanu Tjahjono itu sudah cukup terbilang sangat baik dan mampu memenuhi target PBVSI dengan persiapan yang dibilang cukup singkat.

Apabila dibanding dengan persiapan Tim Thailand yang sudah melakukan persiapan selama tiga tahun. Di mana Thailand berada di peringkat 34 Voli Dunia, sementara Indonesia berada di peringkat 62.

Tambahan satu perak ini juga menambah kumpulan perak Indonesia menjadi 80 (terhitung setelah pertandingan ini). Indonesia pun belum beranjak dari posisi empat dengan catatan, 64 emas, 80 perak, dan 105 perunggu.

Jelang Indonesia vs Thailand Jaga Mental, RD Selalu Ingatkan Target

Achmad Firdaus - Okezone
NAYPYIDAW – Timnas Indonesia U-23 akan melakoni laga krusial kontra Thailand di final SEA Games XXVII Myanmar, Sabtu (21/12/2013) malam nanti WIB. Pelatih Rahmad Darmawan pun tidak ingin kembali gagal merealisasikan target yang dicanangkan.

Faktor mental disebutnya menjadi hal yang paling krusial jelang laga di Zayyarthiri Stadium, Naypyidaw, Myanmar. Untuk itu, pelatih asal Lampung ini pun terus berupaya memompa motivasi anak asuhnya agar benar-benar siap mental di laga puncak nanti.

Masalah kekalahan 1-4 di penyisihan grup, dan rekor buruk Indonesia yang hanya empat kali menang dari total 18 bentrok kontra Thailand di SEA Games, tidak diindahkan RD. Intinya, tak ada toleransi buat para punggawa Indonesia selain meraih emas.

“Untuk menjaga mental pemain, di setiap kami punya kesempatan berkomunikasi dengan pemain, kami selalu sampaikan kepada pemain ‘ayo ingat target’. Ayo ingat apa yg harus dilakukan di lapangan,” tutur RD dalam rilis yang diterima Okezone, Sabtu (21/12/2013).

“Kalau mental kurang, fisik tidak akan bisa menolong. Pemain harus fokus dalam organisasi permainan,” sambungnya.

Jelang laga nanti, RD dihantui kegagalan SEA Games 2011 di Jakarta, dua tahun lalu,  di mana skuadnya kala itu harus menerima pil pahit kalah adu penalti dari Malaysia yang akhirnya menggondol medali emas. Di final tahun ini, meski ada enam pemain yang bermain di laga final dua tahun lalu, RD menegaskan bahwa situasinya berbeda.

“Tahun lalu semua pemain sangat kelelahan. Sangat lelah sekali. Karena kami main di pertandingan semifinal lawan Vietnam yang memberikan perlawanan ketat. Apalagi di tambah kondisi lapangan hujan yang semakin menguras stamina,” tandasnya.

Kamis, 19 Desember 2013

Dan, Sang Naga pun Tidur Lelap

Randy Wirayudha - Okezone
Yohannes Christian "Chris" John (tengah) (Foto: Heru Haryono/Okezone)
SETIAP petarung punya wujud “monster” yang tak kasat mata ketika memang tengah bernafsu untuk adu otot di atas ring. Sifat “monster” itulah yang biasanya menguasai tubuh dan pikiran untuk ‘ngotot’ tak mau kalah dari sang lawan hingga dentang bel menandakan kemenangan.

Meski begitu ketika wujud “monster” itu tak lagi menaungi, hasrat serta gairah takkan bisa lagi menopang tubuh bak steroid alami guna menahan gempuran pukulan lawan dan memberi perlawanan balik. Ketika tubuh tak lagi menyiratkan kemampuan, tentu putusan yang mesti diambil adalah tutup karier.

Jika tidak, fatal akibatnya. Entah sudah berapa petinju dunia yang dipaksa gantung sarung tinju dengan kondisi cedera maupun cacat permanen, baik fisik maupun mental. Hal ‘begini’ yang ingin dihindari Sang Naga – Chris John.

Tak diragukan dunia tinju nasional khususnya dan segenap masyarakat Indonesia pada umumnya bakal merindukan sosok yang satu ini. Tanpa melupakan prestasi para pendahulunya yang go-international lebih dulu macam Ellyas Pical, Nico Thomas dan M. Rachman, Chris John bisa dikatakan petinju Indonesia yang paling mentereng catatan kariernya.

Betapa tidak, selain capaian 10 tahun mempertahankan gelar dunianya, WBA menganugerahinya dengan status “Fighter of the Decade”, 2009 lalu usai melangsungkan dua partai mempertahankan gelar kontra Rocky Juarez.

Dunia mengenalnya dengan “sungguh-sungguh” ketika Juan Manuel Márquez mesti mengakui keunggulan The Dragon 2006 silam. Padahal Chris John sudah memegang gelar WBA kelas bulu sejak menang via split-decision kontra Oscar León, tiga tahun sebelumnya.

Sudah 17 lawan mencoba merebut gelarnya itu tapi tak satupun mampu pulang dengan sukacita. Tapi memasuki usia 35 tahun, tubuh Chris memaksa “monster Naga” itu bersikap bijak dan “tidur” selamanya. Keputusan pensiun pun tiba hari ini, Kamis 19 Desember, setelah mengakui kondisi fisiknya tak lagi prima seperti dulu.

Pernyataannya untuk tutup karier juga tak lepas dari kenyataan di mana Chris, gagal menyamai rekor legenda Rocky Marciano dengan 49 kemenangan beruntunnya. Rekor 48 kemenangan Chris disetop Simpiwe Vetyeka awal bulan lalu lantaran kalah TKO di ronde keenam.

Andai Chris saat itu menang, bakal lain ceritanya,: “Ya kalau saat melawan Vetyeka saya menang, mungkin saya masih akan terus bertinju,” ujarnya singkat.

“Tapi setelah kekalahan itu, saya merasa kondisi fisik saya sudah tak lagi seperti dulu. Keputusan ini saya ambil sendiri, tanpa ada tekanan dari mana pun,” lanjut Chris John.

Sang Naga sudah takkan lagi mengharumkan nama Indonesia di belantara tinju dunia. Namun Chris mengaku punya harapan besar terhadap juniornya, Daud Yordan yang pada saat bersamaan kala Chris John kalah dari Vetyeka, “Cino” mempertahankan gelar IBO kelas ringan dari petinju Afrika Selatan lainnya, Sipho Taliwe.

“Ke depannya, saya berharap bisa tetap sumbang tenaga buat tinju Indonesia. Untuk saat ini, saya juga berharap Daud Yordan bisa meneruskan perjuangan (mengharumkan nama Indonesia di gelaran tinju dunia),” tambahnya.

Lantas bagaimana kehidupan Chris selepas menutup karier profesionalnya? Sang legenda baru Indonesia ini pun mengaku belum tahu bakal tetap di jalur tinju atau tidak. Yang pasti, Chris ingin melepas penat dengan pelesiran dan menambah keturunan dengan sang istri, Anna Maria Megawati yang sejauh ini, sudah punya dua buah hati, Maria “Dragon Fay” Luna Ferisha dan Maria Rossa Christiani.

“Ke depannya, Chris ingin bikin biografi. Dia butuh wadah untuk menuangkan kenang-kenangannya tentang perjalanan kariernya. Tapi sebelumnya kami akan berperjalanan dulu ke Vietnam, Jepang dan China. Karena kemarin-kemarin, kami belum sempat menikmati hasil kerja kerasnya,” timpal sang istri yang juga mantan atlet wushu itu.

“Kami juga ingin membuat program bayi kembar. Chris inginnya ‘cowok’ karena sebelumnya kan dua anak kita ‘cewek’. Tapi kalau ‘cowok’, sepertinya nanti mirip saya,” lanjut Anna diselingi tawa.

Bicara soal wushu yang pernah digeluti sang istri, Chris ternyata juga punya pengalaman dengan olahraga beladiri asal Tiongkok ini. Sebelum “menceburkan” diri secara fokus ke dunia tinju, anak keempat dari pasangan Johan Tjahjadi dan Maria Warsini ini sudah punya rentetan medali.

Sejak 1996 hingga 2001, Chris mengoleksi empat medali, masing-masing emas di kejuaraan nasional dan PON XIV 1996, sekeping emas lagi dari ajang SEA Games 1997 serta medali perunggu SEA Games 2001.

Patut ditunggu janji Chris yang masih ingin berkutat di seputar dunia tinju ke depannya, baik sebagai “pemoles” bibit-bibit tinju baru sebagai pelatih maupun motivator. Ringkas perpisahan, Selamat “tidur” sang Naga, takkan lekang di makan waktu sumbangan prestasimu untuk negeri ini di pentas pertarungan.

MotoGP Terapkan Control ECU, Honda Angkat Kaki

Randy Wirayudha - Okezone
Shuhei Nakamoto (Foto: MotoGP.com)
AALST – Dorna sepertinya serius untuk menerapkan kendali ECU (Electronic Control Unit) di pentas MotoGP. Tapi sayangnya, wacana control ECU untuk diwajibkan di semua tim terus mendapat tentangan, terutama dari salah satu pabrikan utama, Honda.

Tak tanggung-tanggung, bos besar HRC (Honda Racing Corporation), Shuhei Nakamoto, memberi ultimatum bahwa jika control ECU diwajibkan bagi semua tim di musim 2014, Honda akan pergi dari MotoGP 2016 mendatang.

“Jika MotoGP menerapkan control ECU, dipastikan 99 persen Honda akan pergi. Alasan mengapa Honda terus fokus ke balapan Grand Prix, adalah karena kami butuh mengembangkan teknologi. Faktanya, kami menilai MotoGP merupakan ajang yang terbaik untuk menguji teknologi,” ujar Nakamoto, seperti disitat Superbike.co.uk, Kamis (19/12/2013).

“Jika hal itu dihilangkan, maka Honda juga kehilangan alasan – bahkan alasan yang mendasar – sebagai pembenaran kami menghabiskan semua dana kami. Posisi Honda (yang bertentangan) bukan hal baru, saya sudah bilang beberapa kali dan itu bukan lelucon. Jika Carmelo (Ezpeleta – bos Dorna) bertujuan menyetop pengembangan, maka tak ada alasan buat pabrikan seperti Honda terus berpartisipasi dalam balapan di MotoGP,” imbuhnya.

Control ECU sendiri sudah mulai diperkenalkan jelang musim baru 2014 dan merupakan salah satu faktor hadirnya tim-tim dengan “kelas terbuka”. Berlawanan dengan Nakamoto, manajer Ducati, Gigi Dall’Igna malah mendukung terapan ECU untuk MotoGP.

“Kendali ECU adalah masa depan MotoGP. Tim lain terus berkembang, jadi kami juga harus ikut berkembang. Kami harus sesegera mungkin memulai mengembangkan proyek ini,” timpal Dall’Igna.

Clijsters Siapkan "Play-Doh" untuk Hadiah Natal

Randy Wirayudha - Okezone
Kim Antonie Lode Clijsters & keluarga kecilnya (Foto: ist)
ANTWERP – Belakangan, mainan model “Play-Doh” tengah digemari anak-anak usia di bawah 10 tahun. Jelang masa libur Natal, mainan ‘bikinan’ negeri Paman Sam – Amerika Serikat ini jadi obyek permintaan sang buah hati pada orang tuanya. Jada Lynch contohnya yang tak ketinggalan minta “Play-Doh” untuk hadiah Natal dari sang Ibu, Kim Clijsters.

Clijsters sendiri saat ditemui dalam sebuah wawancara singkat usai comeback ke lapangan tenis, mengaku akan mengabulkan permintaan putrinya itu – khusus di hari Natal 25 Desember mendatang.

Ya, Aussie Kim kembali mengayunkan raketnya. Tapi bukan untuk memperbarui kariernya di dunia tenis profesional, melainkan hanya untuk meramaikan sebuah eksebisi di Antwerp, Belgia.

Clijsters pun tak segan untuk sekaligus bertutur perihal kehidupan pribadinya, mulai dari hadirnya anggota keluarga baru, sampai aktivitasnya di waktu luang yang tak pernah luput mengikuti dunia tenis yang sudah setahun ditinggalkannya, seperti dikutip WTATennis, Kamis (19/12/2013):

Ada tambahan anggota keluarga baru tahun ini – bisa Anda ceritakan tentangnya?
Tentu! Jack lahir pada 18 September. Dia anak laki-laki yang hebat. Pastinya kami juga harus membiasakan diri untuk merawat seorang bayi lagi di rumah, karena Jada sudah berusia lima tahun sekarang dan dia sudah bisa melakukan segala halnya sendiri. Tapi Jack luar biasa dan senang mendapati seorang anak laki-laki di rumah.

Bagaimana kabarnya Jada – apa dia senang menjadi seorang Kakak?
Dia menikmatinya. Saya rasa, dia juga butuh sedikit waktu untuk menyadari bahwa dia sudah punya adik di rumah. Di pekan pertama, dia tak senang pada fakta bahwa dia harus tidur di kamar sendiri, tidak lagi di kamar bawah bersama kami dan dia sempat tak bisa memahami mengapa adiknya diperbolehkan belum tidur lebih lama darinya! Tapi akhirnya dia bisa mencintai adiknya sedikit demi sedikit. Dia pikir, adiknya adalah anak yang paling lucu. Segalanya berjalan lancar.
 
Bagaimana dengan suami Anda, Brian (Lynch)?
Brian juga baik-baik saja. Dia menikmati waktunya sebagai seorang asisten pelatih di Antwerp. Dia sudah bermain bola basket untuk bertahun-tahun lamanya – itu hasratnya – senang melihatnya menjadi pelatih yang lebih baik dan bisa belajar lebih banyak.

Apa rencana Anda untuk liburan Natal?
Kami berencana berkumpul biasa untuk Natal dan kami akan menghabiskan malam tahun baru dengan Ibu dan saudari saya, serta semua keponakan dalam keluarga besar. Kami sudah tak sabar untuk liburan!

Apa yang diinginkan Jada untuk Natal?
Sebenarnya dia belum bisa menentukan, tapi dia pernah bilang bahwa dia menginginkan (permainan) Play-Doh, jadi kami akan memberikannya Play-Doh!

Anda sendiri, apa yang diharapkan untuk Natal tahun ini?
Saya mengharapkan semua orang dalam keadaan bahagia dan sehat di tahun 2014 mendatang dan keinginan semua orang terwujud!

Anda masih melakukan kontak dengan pemain tenis lainnya?
Saya tak banyak berhubungan. Tapi ada beberapa pemain yang tetap melakukan kontak melalui e-mail atau SMS. Sebenarnya saya lebih dekat dengan para petenis yang sudah pensiun, mungkin karena mereka yang masih bermain, terlampau sibuk.

Bagaimana menurut Anda dunia tenis di musim 2013?
Saya masih mengikuti beberapa turnamen. Tentu saya terus mengikuti Kirsten Flipkens – saya sering menyaksikannya di Wimbledon. Saya selalu mengikuti event-event besar. Tapi saya tak punya banyak waktu untuk duduk tenang di depan TV dan menyaksikan pertandingan secara penuh. Meski begitu, saya tetap bisa mengikuti hasil skornya di internet.

Seberapa sering Anda bermain tenis lagi sejak Anda pensiun? Bagaimana dengan klub dan akademi (tenis) baru Anda?
Saya tak sering bermain. Saya hanya berlatih biasa untuk menjaga kebugaran setelah melahirkan. Klub kami berjalan baik. Renovasi di klub kami juga hampir rampung. Akademi kami berkembang – saya masih menantikan pembukaan resmi klub Februari tahun depan.

SEA Games 2013 Thailand Kian Nyaman, Indonesia Tertahan di Peringkat Empat

A. Firdaus - Okezone
NAYPYIDAW – Sejak pagi hingga sore ini, Indonesia baru mendapatkan empat emas sehingga terpaku di posisi empat. Sedangkan Thailand kian nyaman berada di puncak klasemen sementara perolehan medali SEA Games XXVII.

Tambahan emas dari kontingen Merah-Putih, salah satunya datang dari cabang olahraga (Cabor) Atletik di nomor 10 ribu meter putri, yang dihasilkan Triyaningsih. Pelari asli Semarang ini mencatatkan waltu tercepat dengan 34 menit: 32.68 detik.

Triyaningsih mengalahkan pelari andalan tuan rumah, Phyu War Thet yang harus puas meraih medali perak lantaran hanya meraih 34 menit 39.32 detik. Sementara medali perunggu diperoleh pelari Laos lewat Lodkeo Inthakoummane dengan catatan waktu 37 41.96 detik.

Pencapaian ini sekaligus mengobati kekecewaan pelari berusia 26 tahun. Seperti diketahui, Triyaningsih sempat gagal mempertahankan emas nomor 5.000 meter, setelah hanya finis kedua di lintasan lari Wunna Theikdi Stadium, Selasa lalu.

Hingga hari kelima pelaksanaan SEA Games 2013 untuk cabang atletik, Indonesia telah mengumpulkan lima emas. Selain dari nomor 10.000 meter putri, emas didapat dari nomor 3.000 meter lari halang rintang, lompat jauh, dan lompat jangkit putri, serta jalan putra.

Satu emas lainnya juga didapat dari Cabor Perahu Naga, di mana 20 pedayung Indonesia berhasil menjadi yang tercepat di nomor 500 meter. Kontingen Merah-Putih mengalahkan Thailand dan Myanmar yang harus puas menempati posisi kedua dan ketiga.

Perolehan Medali SEA Games, Kamis (19/12/2013):
Negara - Emas - Perak - Perunggu
Thailand 79 - 79 - 65
Vietnam 62 - 58 - 69
Myanmar 60 - 50 - 56
Indonesia 54 - 62 - 81
Malaysia 31 - 34 - 62
Singapore 25 - 24 - 32
Philippines 23 - 26 - 29
Laos 8 - 8 - 33
Cambodia 6 - 8 - 17
Brunei 1 - 1 - 4
Timor-Leste 1 - 0  - 2

Rabu, 18 Desember 2013

Lorenzo Sukses Cabut Sekrup & Plate

Hendra Mujiraharja - Okezone
BARCELONA – Jorge Lorenzo sudah sukses menjalani operasi tulang selangka sebelah kiri dan jari jempol sebelah kanan. Operasi dilakukan untuk membuat Lorenzo bisa fit menghadapi MotoGP 2014.

Pembalap Yamaha memang langganan mengalami cedera tulang selangka sepanjang kariernya. Lorenzo kembali mengalami cedera itu pada musim ini. Dia terjatuh dalam balapan di Assen dan Sachsenring yang membuat tulang selangka sebelah kiri kembali hancur.

Operasi itu bertujuan untuk mencabut 11 sekrup yang tertanam di tubuh Lorenzo dan juga plate. Artinya, tulang selangka pembalap asal Spanyol itu bisa sembuh dengan normal. Lorenzo juga melakukan operasi jari jempol bagian kanan. Cedera ini dialami pada musim 2010.

Operasi Lorenzo dilakukan oleh Dr. Joaquin Rodriguez, Dr. Ana Carreras dan Dr. Marc Cots di Rumah Sakit General de Catalunya, Sant Cugat, di luar kota Barcelona. Dokter pribadinya Teresa Sola juga hadir dalam operasi itu.

Diberitakan Crash, Lorenzo telah meninggalkan Rumah Sakit, Selasa waktu setempat, setelah menginap satu hari. Setelah itu, pembalap 26 tahun akan kembali ke Rumah Sakit untuk memeriksa cedera itu pada akhir bulan.

Selanjutnya, Lorenzo berancana untuk kembali berlatih mempersiapkan diri menghadapi tes MotoGP pertama di Sepang, Malaysia.
(hmr)

Turnamen Junior Master U-17 dan U-19 2013 "Pelatnas Masih Menjadi Magnet"

A. Firdaus - Okezone
JAKARTA – Ajang Junior Master U-17 dan U-19 ternyata memiliki antusiasme tinggi dari para peserta yang mengikutinya. Meski turnamen yang berhadiah pembinaan lebih dari 150 juta ini, belum menjamin akan dapat tiket masuk ke Pelatnas Cipayung.

Namun saat ini masih ada yang menganggap, bahwa menjadi bagian dari tim nasional penghuni Pelatnas Cipayung rupanya masih menjadi impian para pebulutangkis muda di Indonesia, termasuk mereka yang kini tengah berlaga di ajang Junior Master U-17 dan U-19 2013 di Jakarta.

“Walaupun sudah diinformasikan bahwa kemenangan di turnamen ini bukan jaminan masuk pelatnas, para pemain tetap saja beranggapan demikian. Mereka ingin mengeluarkan penampilan terbaik demi mencapai tujuan masuk timnas. Pelatnas memang masih menjadi magnet,” ujar Agus Dwi Santoso, pelatih tunggal putra-putri PB Djarum.

“Sebetulnya motivasi seperti ini bagus juga, karena kalau mau jadi pemain yang membela negara, ya harus lewat pelatnas,” imbuh mantan pelatih tunggal putra PBSI ini.

Hal sama diungkapkan para peserta kejuaraan yang dihelat di Pelatnas Cipayung, 16-20 Desember 2013 ini. Gregoria Mariska, pemain asal klub Mutiara Cardinal Bandung, mengatakan bahwa dirinya ingin meraih gelar juara di turnamen yang baru pertama kali digelar ini, serta menjadi bagian keluarga besar Pelatnas Cipayung.

“Saya ingin masuk pelatnas. Karena kalau di pelatnas, saya bisa punya rekan sparring yang pastinya bagus-bagus,” kata Gregoria.

“Semoga saya bisa memberikan hasil terbaik di turnamen ini, karena saya ingin sekali masuk pelatnas. Harapannya dengan menjadi pemain pelatnas, saya bisa membawa nama Indonesia di kancah Bulutangkis dunia, dan semoga bisa menjadi pemain muda yang sukses,” tutur Aurum Oktavia Winata, pemain asal klub Sarwendah Badminton Club.

Turnamen Junior Master merupakan ajang untuk inventarisasi potensi pada pemain-pemain muda Indonesia yang menjadi harapan dan masa depan Bulutangkis negeri ini. Para juara tak hanya akan mendapatkan poin bagi penghitungan ranking, namun juga hadiah pembinaan sebesar Rp 100 juta untuk kelompok usia U-19, serta Rp 50 juta untuk kelompok usia U-17.

Indonesia Masih Sulit Kejar Myanmar

Hendra Mujiraharja - Okezone
NAYPYIDAW – Thailand semakin tidak terkejar di puncak klasemen SEA Games 2013. Bukan mengejar Thailand, posisi Indonesia justru disalip oleh tuan rumah Myanmar.

Sore tadi, Indonesia mendapatkan empat tambahan medali emas yang masing-masing dipersembahkan oleh cabang atletik, catur, dan juga sepeda. Dua pecatur Merah Putih, Muhamad Lutfi/Susanto Mergaranto berhasil mempersembahkan medali emas untuk kontingen Indonesia.

Selanjutnya, Indonesia memperoleh medali emas tambahan dari atletik nomor lompat jauh dari Maria Londa. Tidak hanya itu, atlet asal Bali berhasil memecahkan rekor SEA Games. Dia mampu melompat sejauh 14,17 meter. Catatannya itu memecahkan rekor sebelumnya 14,08 yang dipegang atlet asal Thailand, Thitima Muangjan, sejak SEA Games 2009 Laos.

Emas berikutnya kembali dipersembahkan cabang atletik. Kali ini dari nomor Steeplechase putri, emas diraih oleh atlet Rini Budiarti. Emas terakhir untuk hari ke-15 SEA Games ini datang dari cabang sepeda. Nomor Road Race 163km Beregu Putra. Atlet Manullang, Cahyadi dan Suryadi sukses menjadi yang terbaik.

Sayang pencapaian itu belum cukup mengangkat posisi Indonesia. Kontingen Merah Putih yang mengumpulkan 50 medali emas, 60 perak dan 71 perunggu, harus rela kembali disalip oleh Myanmar. Tuan rumah mendapatkan 53 emas, 45 perak dan 49 perunggu.

Hasil sementara perolehan medali SEA Games 2013:
Negara Emas Perak Perunggu
Thailand 73 66 62
Vietnam 54 52 62
Myanmar 53 45 49
Indonesia 50 60 71
Malaysia 30 30 55
Singapura 23 22 31
Filipina 20 24 28
Laos 5 8 26
Kamboja 5 7 14
Brunei 1 1 4
Timor-Leste 1 0 2

Senin, 09 Desember 2013

Bersama Greysia, Nitya Siap Ulang Sukses SEA Games 2011

Anang Fajar Irawan - Okezone
Nitya Krishinda Maheswari (kanan) bersama pasangannya, Greysia Polii (kiri) / PBSI
NAYPYIDAW – Meski kini telah berganti pasangan dalam ganda putri bulutangkis, tak mengubah tekad srikandi Indonesia, Nitya Krishinda Maheswari untuk bisa mengulang kesuksesan meraih medali emas seperti yang ia raih di SEA Games 2011 lalu.

Di SEA Games dua tahun silam, Nitya dipasangkan oleh Anneke Feinya Agustine. Kini, Greysia Polii menjadi partner kerjanya untuk bersama-sama membawa nama harum Bangsa di Myanmar.

“Saya akan memberikan yang terbaik untuk Indonesia di SEA Games ini. Semoga saya bisa mempertahankan medali emas yang dua tahun lalu saya raih,” kata Nitya, seperti dilansir situs resmi PBSI, Senin (9/12/2013).

“Perlawanan terberat mungkin akan datang dari pasangan asal Singapura, Shinta/Yao,” imbuh Nitya.

Meski belum genap setahun berpasangan, grafik penampilan Greysia dan Nitya terus meningkat. Pasangan ini meraih gelar di turnamen Thailand Open Grand Prix Gold 2013 di Bangkok.

Mereka berdua juga sempat membuat kejutan di French Open Super Series 2013 dengan menundukkan ganda putri terkuat dunia asal China, Wang Xiaoli/Yu Yang.

Selain Greysia/Nitya, sektor ganda putri juga diperkuat pasangan Gebby Ristiyani Imawan/Tiara Rosalia Nuraidah. Nomor ganda putri menjadi salah satu nomor andalan bulutangkis untuk mendulang medali emas, bersama nomor ganda campuran dan ganda putra. Sementara tunggal putra dan tunggal putri ditargetkan untuk membawa pulang medali perak.

Jumat, 06 Desember 2013

SEA Games 2013 Misi Kumandangkan "Indonesia Raya" di Tanah Emas

A. Firdaus - Okezone
Logo SEA Games 2013 Myanmar (foto: Ist)
BERANGKAT ke Myanmar dengan misi mengharumkan nama bangsa di ajang SEA Games 2013, bakal diusung para atlet Indonesia. Sebanyak 621 atlet yang dilepas Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) berharap bisa menghasilkan sesuatu yang lebih dari harapan bangsa.

Indonesia bertindak sebagai juara bertahan saat menyambangi Negara yang berjuluk Tanah Emas ini, setelah pada pergelaran di Jakarta dan Palembang dua tahun silam, para pejuang peraih medali kita berhasil mempersembahkan 476 medali dengan rincian 182 emas, 151 perak, dan 143 perunggu.

Sudah pasti ada asa ingin mempertahankan status juara umum, apalagi Indonesia punya pengamalan pernah mempertahankan gelar selama empat kali beruntun, meski bermain di empat negara berbeda yaitu pada SEA Games 1977 di Malaysia, Indonesia 1979, Filipina 1981, dan Singapura 1983. Pencapaian itu mereka ulangi pada periode 1987 hingga 1993.

Memang saat itu hanya didominasi oleh Thailand dan Indonesia, meski sesekali diselingi oleh Myanmar (dulu Burma) dan Singapura. Namun memasuki era 1990-an banyak pesaing baru yang ikut memeriahkan gelar juara, seperti Filipina, Malaysia, serta Vietnam.

Dari 39 Cabang Olahraga (Cabor) yang dipertandingkan di Naypyidaw, venue SEA Games kali ini. Ada beberapa Cabor yang bisa berpeluang untuk mendulang emas. Angkat Besi, Wushu, Panahan, Taekwondo, Tinju, Balap Sepeda, Karate, Bulutangkis maupun Atletik.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo sendiri menargetkan 120 medali emas. Lebih sedikit dibandingkan event dua tahun sebelumnya. Hal itu dikarenakan ada beberapa Cabor yang tak dipertandingkan, seperti tenis, paralayang, dan cabang olahraga lain. Praktis, Indonesia bakal kehilangan 60 medali emas.

Salah satu Cabor penyumbang emas, Bulutangkis nyaris saja ditiadakan lantaran permintaan tuan rumah. Namun berkat usulan dari beberapa pihak, akhirnya olahraga ‘Tepok Bulu’ itu tetap dipertandingkan.

Kabarnya ada tiga medali emas yang ingin dibawa pulang dari cabang ini, yang berasal dari Ganda Putra, Ganda Putri, dan Ganda Campuran. Namun pihak manajer tim Bulutangkis Indonesia, Ricky Soebagdja enggan berpatok pada target tersebut, dan berambisi untuk menyapu bersih medali yang dipertandingkan.

“PBSI mempunyai target untuk mendapatkan tiga medali emas dalam SEA Games kali ini. Namun kami tidak menutup kemungkinan bisa sapu bersih di semua nomor yang dipertandingkan terlebih untuk ganda putri dan tunggal putri yang menurunkan pemain terbaik kami,” ucap Ricky.

Peluang meraup emas juga datang dari Cabor Renang. Berkaca dari event dua tahun lalu yang berlangsung di Palembang, Indonesia berhasil mendulang enam medali emas. Dan Tim Nasional Renang Indonesia yakin bisa mengulanginya lagi.

Sedangkan dari Cabor Angkat Besi, mereka ditargetkan merebut empat medali emas. Menurut Manajer Tim Angkat Besi Indonesia, Dirja Wihardja, dengan jumlah kelas yang makin sedikit, target merebut empat emas cukup berat.

Lalu bagaimana dengan Cabor paling bergengsi, yaitu Sepakbola? Pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan dengan optimis menargetkan juara alias medali emas. "Peluang kita sangatlah besar, tapi kita harus bisa melewati setiap pertandingan yang ada. Sejauh ini perkembangan kerja sama tim sudah baik. Kita harus optimis," ucap pelatih yang biasa disapa RD ini.

Timnas Sepakbola terakhir kali mendapatkan medali emas pada SEA Games tahun 1991. Itu artinya dua puluh tahun lebih Indonesia tak menyandang gelar juara sepakbola se-Asia Tenggara. Tahun ini Rahmad Darmawan dan skuadnya yakin akan mengukir sejarah baru di SEA Games ke-27 ini, dan bisa mengumandangkan lagu Indonesia Raya di Tanah Emas.

Cabor Pendulang Emas dan Targetnya:
Dayung: 12 Emas
Karate: 10 Emas
Kempo: 8 Emas
Atletik: 6 Emas
Renang: 6 Emas
Pencak Silat: 5 Emas
Judo: 4 Emas
Panahan: 3 Emas
Bulutangkis: 3 Emas
Taekwondo: 3 Emas
Wushu: 2 Emas
Basket: 2 Emas
Tinju: 2 Emas
Berkuda: 2 Emas

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Web Hosting Bluehost